Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan Sungai Citonjong di Pangandaran, Jawa Barat, terus meluap. Ratusan rumah dan akses jalan serta lahan persawahan milik warga pun hingga hari kedua masih terendam banjir. Meski demikian, warga enggan mengungsi dan memilih tetap bertinggal di rumah.
Sudah dua hari banjir setinggi kurang lebih 40 cm merendam akses jalan dan rumah warga di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sedikitnya ada sekitar 200 lebih rumah warga di dua Dusun, yakni Dusun Karangnangka dan Sukasari terendam banjir.
Diketahui banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada beberapa hari lalu. Ini mengakibatkan debit air di Sungai Citonjong meluap. Selain merendam akses jalan dan ratusan rumah, banjir merendam kurang lebih 500 hektare lahan persawahan milik warga.
Baca juga: Logistik Terbatas, Tagana Dirikan Dapur Umum di Lokasi Banjir Pangandaran
Menurut salah satu warga, Lili mengatakan, musibah banjir di wilayahnya mengakibatkan aktivitas warga lumpuh. Meski demikian, para warga enggan mengungsi dan memilih tetap menghuni rumah mereka.
Banjir bermula setelah kemarin diguyur hujan lebat sehingga sungai Citonjong meluap. Sebagian warga masih diam di rumah karena masih kondusif walaupun tidak bisa beraktivitas leluasa.
Baca juga: Pemkab Lumajang Data Kerusakan Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru
Akibat banjir yang merendam ratusan hektare lahan persawahan, para petani terpaksa gagal panen. Pasalnya, banjir yang merendam ratusan rumah warga ini biasa terjadi 5 tahun sekali. Namun, banjir kecil-kecilan sering terjadi pada saat hujan turun.
Kepala Desa Bojong, Koko Kopandi, mengatakan, guna menghindari bencana serupa, pihaknya berencana membuat pengajuan untuk membuat tanggul serta menormalisasi aliran sungai. Warga berharap banjir dapat segera surut, sehingga warga pun dapat kembali beraktivitas serta bertani. (Z-2)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu pukul 01.00.51 WIB.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
Wisatawan menikmati berbagai pesona alam, main air, jetski, banana boat dan naik ATV.
Satuan Polairud Polres Pangandaran melibatkan Basarnas, Brimob Polda Jabar, TNI, BPBD, Tagana dan nelayan terus mencari korban dengan menggunakan dua jet sky, perahu boat dan 3 perahu jukung
Ketiga penerjun selamat setelah berhasil mendarat di bibir pantai, sedangkan dua korban di tengah lautan
Momen libur Nataru bersamaan dengan masa libur anak sekolah. Untuk itu, pemkab akan memprioritaskan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved