Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUN binatang atau Bandung Zoo yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat, terus melakukan inovasi yang bertujuan untuk membuat pengunjung selalu berkesan setiap mengunjungi tempat yang kini memiliki koleksi sekitar 700 satwa dengan 202 jenis.
Humas Bandung Zoo Sulhan Safi'i di Bandung, Jumat (27/1), mengatakan untuk tahun 2023 ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan Masjid Al Romly, menyelesaikan pembuatan kadang komplek Burung Elang yang memiliki luas delapan sampai 12 meter. Kemudian membangun kawasan burung yang dinamakan Zona Asia.
"Untuk Masjid Al Romly dan kandang Burung Elang bulan Februari sudah selesai, baru dilanjutkan dengan membangun kandang burung lainnya yang dinamakan Zona Asia. Kita juga berencana akan membangun Zoo Camp yang kini masih dievaluasi pihak yayasan," kata Sulhan.
Selain itu, lanjut Sulhan, pihaknya juga akan membangun satu food court atau resto lagi. Saat ini baru ada satu resto yang menyediakan berbagai makanan cepat saji, es krim dan jenis makanan lain terutama yang digemari anak-anak. Sehingga nantinya pembangunan ini bisa melengkapi berbagai fasilitas yang sudah ada.
Ketika ditanyakan, apakah ada rencana untuk penambahan satwa di Bandung Zoo pada tahun 2023, Sulhan menjawab memang ada rencana untuk menambah koleksi satwa di Bandung Zoo.
"Kita sudah membuat MoU dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk mendatangkan Harimau Benggala, Hyena (hewan mirip kucing) yang habitat terbesarnya berada di Afrika dan Asia. Lalu MoU dengan Bali Zoo untuk mendatangkan Burung Jalak Bali," ungkapnya.
Sulhan menambahkan, setelah PPKM dicabut, jumlah pengunjung mengalami peningkatan, peningkatan jumlah pengunjung mulai terasa sejak November 2022 yang mencapai 30 ribu pengunjung, bahkan pada Desember jumlah pengunjung mencapai 40 ribu lebih.
Baca juga: Yukk ! Jadi Orang Tua Asuh Tapirnya Bandung Zoo
Menurut Sulhan, dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2574 kemarin, Bandung Zoo menghiasi jalur utama dengan menggunakan lampion, selain menggelar pertunjukan barongsai, pengunjung juga bisa menikmati atraksi satwa yang memang rutin ada di panggung utama area Bandung Zoo dan bisa juga memberi pakan berbagai satwa seperti binturong, jenis-jenis rusa, burung-burung dan juga jerapah.
Sedangkan jenis satwa yang bisa dipakai untuk berfoto adalah ular, binturong dan juga beberapa jenis burung.
"Pagelaran ini dilakukan sebagai persembahan ke seluruh pengunjung yang berekreasi ke Bandung Zoo," tuturnya.
Sulhan menjelaskan, acara yang seharusnya diadakan pada hari H Imlek, digeser seminggu setelah hari H, ini dilakukan untuk mengurai kepadatan pengunjung, karena khawatir jumlah pengunjung terlalu padat bila digelar pada hari H. Pada Sabtu (21/1), tercatat 1.300-an pengunjung.
Minggu (22/1), sebanyak 3.100-an pengunjung dan Senin pada cuti bersama tercatat terdapat sekitar 2.100 pengunjung.
"Alhamdulillah ternyata pengunjung yang datang ke Bandung Zoo selama libur Imlek melampaui target yang dipatok sebelumnya yaitu sebanyak 6.000 orang. Kami senang ternyata memang Bandung Zoo masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit warga Bandung dan luar Bandung," tukasnya.
Secara nyata, di parkiran tamu terlihat dari berbagai daerah, hanya sekitar 40% kendaraan yang berplat nomor Bandung. Sisanya berasal dari Jakarta, Bogor, Subang, Purwakarta dan daerahya lainnya.(OL-5)
Upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga.
Keterlibatan Vantara India dalam kegiatan ini didukung oleh rekam jejak kolaborasi internasional di bidang konservasi satwa, termasuk kerja sama dengan Kementerian Kehutanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membayarkan gaji karyawan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo pada Jumat (3/4) sebanyak dua bulan gaji.
Kematian satwa langka tidak boleh dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai kejadian biasa meski disebabkan oleh faktor medis (virus).
Langkah cepat dan taktis ini diperlukan mengingat pentingnya penyelematan semua pihak terkait Bandung Zoo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved