Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA peningkatan kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Tim veteriner Vantara melakukan kunjungan dan diskusi teknis bersama tim dokter hewan gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, RSH Cikole, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, serta tim dokter hewan yang bertugas di kebun binatang tersebut.
Kegiatan ini bertujuan memperkaya pendekatan penanganan kesehatan satwa melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpraktisi. Diskusi dilakukan untuk memastikan setiap langkah penanganan mengacu pada pertimbangan medis yang komprehensif serta praktik terbaik dalam kesejahteraan satwa (animal welfare).
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung melalui DKPP memastikan kondisi satwa di Bandung Zoo berada dalam keadaan terkendali dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter hewan.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan penanganan kesehatan satwa dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis hasil pemeriksaan medis. “Secara umum kondisi satwa dalam keadaan terkendali dan seluruh langkah penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang komprehensif. Ke depan, dukungan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tentunya masih sangat kami perlukan,” ujarnya, Rabu (29/4).
BERIKAN DUKUNGAN TEKNIS
Menurut dia, keterlibatan Vantara bersifat kolaboratif dengan memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman internasional dalam pengelolaan kesehatan satwa. Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan kerja sama yang telah dilakukan Vantara bersama pemerintah Indonesia, termasuk dengan Kementerian Kehutanan dalam penanganan kesehatan satwa liar dan penguatan fasilitas konservasi.
Perwakilan tim veteriner Vantara, drh. Shafira Permata, menegaskan pentingnya kolaborasi antarpraktisi dalam meningkatkan kualitas penanganan satwa. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk otoritas lokal dan para praktisi veteriner, merupakan kunci dalam memastikan setiap penanganan satwa dilakukan secara tepat dan berbasis pada standar animal welfare yang baik. Kehadiran kami di sini adalah untuk berbagi pengalaman dan mendukung proses yang sudah berjalan,” katanya.
Selain diskusi teknis, Vantara juga memberikan dukungan berupa vitamin dan obat-obatan guna membantu menjaga ketersediaan kebutuhan medis satwa di Bandung Zoo.
PEMANTARAU BERJALAN
Secara keseluruhan, proses pemantauan dan penanganan kesehatan satwa di kebun binatang tersebut terus berjalan secara terkoordinasi oleh tim dokter hewan yang berwenang. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama.
Vantara sendiri merupakan inisiatif global yang berbasis di Jamnagar, Gujarat, India, yang berfokus pada konservasi satwa liar, perawatan kesehatan, serta rehabilitasi dengan dukungan fasilitas modern dan tim multidisiplin.
Di Indonesia, Vantara telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kehutanan, antara lain dalam upaya pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) pada gajah Sumatera serta penguatan fasilitas konservasi, termasuk rencana revitalisasi rumah sakit gajah di Sumatra.
Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas global, Vantara juga meresmikan Vantara University pada April 2026 di Jamnagar. Institusi ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan praktik konservasi satwa liar serta ilmu kedokteran hewan dalam satu ekosistem terpadu. (E-2)
Tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved