Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK tujuh penerbangan, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Provinsi Riau, mengalami gangguan diakibatkan jarak pandang udara setempat pada Senin (12/9) pagi yang mengalami kabut hingga
mencapai 200 meter.
"Pada Senin pagi terjadi gangguan kabut yang berdampak terhadap keterbatasan jarak pandang di Bandara SSK II Pekanbaru," kata Executive General Manager Bandara SSK II PT Angkasa Pura II (Persero) Mohamad Hendra Irawan di Pekanbaru, Senin.
Hendra menjelaskan bahwa jarak pandang Pekanbaru mengalami fase terendah yaitu 200 meter pada pukul 07.00 WIB.
"Namun pada pukul 08.00 WIB kondisi jarak pandang normal kembali yaitu sudah di atas 4 kilometer," katanya.
Menurut dia, keterbatasan jarak pandang telah berdampak terhadap keterlambatan empat keberangkatan dan tiga kedatangan pada Senin pagi.
Adapun empat penerbangan yang mengalami keterlambatan keberangkatan yakni, Citilink QG937 (PKU-CGK) seharusnya berangkat pukul 07.39 WIB, atau mengalami keterlambatan selama 1 jam 24 menit. Demikian juga Batik Air ID7064 (PKU-CGK) yang harus berangkat pukul 07.52 WIB, mengalami keterlambatan selama 1 jam 41 menit.
Lion Air JT 393 (PKU-CGK) sedianya berangkat pukul 08.02 WIB lalu mengalami keterlambatan selama 1 jam 42 menit dan Lion Air JT 279 (PKU-YIA) berangkat pukul 08.20 WIB, mengalami keterlambatan selama 1 jam 20 menit.
Baca juga: Sulsel Jaga Ketersediaan Pangan Paska Kenaikan Harga BBM
"Untuk kedatangan juga alami gangguan karena tiga pesawat tidak bisa mendarat akibat kabut," katanya.
Adapun tiga pesawat yang alami penundaan pendaratan di SSK II Pekanbaru yakni, Batik Air ID 6856 (CGK-PKU) sedianya mendarat 07.47 WIB, mengalami keterlambatan selama 37 menit, Citilink QG936 (CGK-PKU) sedianya mendarat pukul 08.16 WIB, mengalami keterlambatan selama 21 menit, ditambah Super Air Jet IU910 (CGK-PKU) mendarat Pkl 08.27 WIB, mengalami keterlambatan selama 47 menit.
Sementara prakirawan Badan Meterologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Ahmad Agus saat dimintai konfirmasi membenarkan bahwa jarak pandang di Pekanbaru pagi ini hanya di angka 100 meter.
Ia mengatakan, untuk penyebab jarak pandang yang terbatas ini bukan kabut asap melainkan fog. "Itu fog bukan kabut asap," katanya.
Ia mengatakan ini adalah hal normal karena kemarin itu sepanjang hari adalah mendung, namun ternyata tidak jadi hujan.
"Dan karena pagi itu tekanan udaranya cenderung naik, jadi dia akan menekan uap air yang di atmosfer itu untuk turun ke bawah, kebetulan juga kelembapan udaranya cukup basah," katanya.
Dikatakannya, kondisi ini diperkirakan tidak akan lama. Kalau kabut cenderung cepat hilang, karena itu adalah uap air.
"Ini tidak bakal lama, kalau kabut itu cenderung cepat, dia kan uap air. Sebenarnya uap air itu menguap kalau kena panas," pungkas Ahmad. (Ant/OL-16)
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat sejumlah pencapaian sektor aviasi selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026.
Kapolda DIY memastikan pengawasan akan diperketat di jalur-jalur yang memiliki kondisi tertentu guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas.
BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur.
Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura telah lebih dulu memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah mereka untuk mencegah masuknya virus Nipah.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta,.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Seluruh aparatur, termasuk Satpol PP, harus mampu menampilkan sikap dan penampilan yang rapi, profesional, serta berintegritas.
Seorang pria di Pekanbaru tewas terseret arus parit yang meluap saat mengendarai motor. Jasad korban ditemukan Tim SAR 1,38 km dari lokasi kejadian.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
Berkaca dari tahun sebelumnya, Disnaker Kota Pekanbaru menyadari masih ada beberapa laporan yang masuk tentang perusahaan yang belum membayar THR tepat waktu.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved