Warga Pekanbaru Tewas Terseret Arus Luapan Parit di Perumahan Sidomulyo

Rudy Kurniawansyah
12/4/2026 09:58
Warga Pekanbaru Tewas Terseret Arus Luapan Parit di Perumahan Sidomulyo
Evakuasi korban.(Basaranas Pekanbaru)

SEORANG pria bernama Aryadi Garsidi, 35, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras parit yang meluap di kawasan Perumahan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan, Kota Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026). Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi tidak bernyawa setelah pencarian intensif selama beberapa jam.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bermula pada Jumat (10/4) malam sekitar pukul 23.53 WIB. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor nekat melintasi jalan di dekat parit yang airnya meluap hingga menutupi badan jalan.

Nahas, derasnya debit air justru menyeret korban beserta kendaraannya masuk ke dalam parit. "Masyarakat di sekitar lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan sesaat setelah melihat korban terjatuh," ujar Budi, Minggu (12/4).

Kronologi Pencarian dan Evakuasi

Upaya evakuasi mandiri oleh warga gagal lantaran kuatnya tekanan arus air pada titik koordinat 0°26'5"N 101°25'46"E tersebut. Kantor SAR Pekanbaru baru menerima laporan resmi dari pihak BPBD Kota Pekanbaru pada Sabtu (11/4) dini hari pukul 03.49 WIB.

Merespons laporan tersebut, tujuh personel rescuer langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 5 kilometer dari kantor SAR. Setibanya di lokasi pada pukul 04.29, tim langsung melakukan koordinasi dengan unsur gabungan lain.

Detail Penemuan Korban:

  • Waktu Penemuan: Sabtu (11/4), pukul 11.39.
  • Jarak dari LKP: Sekitar 1,38 kilometer.
  • Titik Koordinat: 0°25'24.00"N 101°25'54.00"E.
  • Kondisi: Meninggal dunia.

Jasad warga Jalan Sungai Hitam No. 64 Pekanbaru tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Imbauan Kewaspadaan

Pihak SAR memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan luapan air di area drainase.

"Warga diminta tidak memaksakan diri melintasi area drainase atau jalanan yang tergenang luapan air cukup deras guna menghindari terulangnya tragedi serupa," pungkas Budi. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya