Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN obyek wisata Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akan direvitalisasi. Untuk pengerjaan fisiknya akan dimulai pada Juli 2021.
Rencana penataan kawasan obyek wisata Rawa Jombor, salah satu destinasi wisata tirta unggulan, di Kabupaten Klaten, Rabu (16/6), disosialisasikan di Pendopo Pemkab Klaten.
Kegiatan sosialisasi itu diikuti para pengelola warung apung, karamba jaring apung, perahu atau gethek, pedagang kaki lima, tukang parkir, dan warga sekitar kawasan objek wisata tersebut.
Baca juga: Sejumlah Jalan di Bandung Dibuka-Tutup Imbas Kasus Covid-19 Naik
Sosialisasi dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani, Kadinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Sinoeng Rachmadi, dan Khoirul Murod dari BBWS Bengawan Solo.
Bupati Sri Mulyani, dalam paparannya, menjelaskan gagasan merevitalisasi Rawa Jombor muncul tiga tahun lalu. Untuk revitaslisasi kawasan obyek wisata itu disiapkan anggaran sebesar Rp53 miliar.
Pemanfaatan Rawa Jombor, yang memiliki luas 189,9 hektare itu, selama ini adalah untuk usaha warung apung sebanyak 43 warung, pemancingan, karamba 1.200 titik, wisata perahu 46 unit, dan 137 PKL di sekitar rawa.
Namun, fungsi utama Rawa Jombor di Desa Krakitan, Bayat, itu adalah untuk konservasi air dan irigasi pertanian seluas 78 hektare di wilayah Kecamatan Bayat dan Cawas.
Menurut Sri Mulyani, untuk revitalisai Rawa Jombor, yang akan dimulai pada Juli 2021, pemindahan warung apung dan karamba akan segera dilakukan. Pun penutupan operasional perahu/gethek dan PKL.
"Kami mengharapkan setelah selesai revitalisasi kawasan obyek wisata Rawa Jombor, manfaat besar akan dapat dirasakan masyarakat. Selain itu,
aktivitas di sekitar rawa ini akan bertambah hidup," ujarnya.
Terkait, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinung Rachmadi, mengatakan revitalisasi Rawa Jombor adalah untuk kepentingan masa depan. Karena itu, revitalisasi Rawa Jombor didukung.
"Kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya upaya Pemkab Klaten mempercantik kawasan Rawa Jombor yang akan dijadikan destinasi wisata
unggulan di Klaten," ungkapnya.
Di sisi lain, Khoirul Murod dari BBWS Bengawan Solo menjelaskan fungsi tampungan air Rawa Jombor yang dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, kini kian berkurang akibat sedimentasi.
Karena itu, lanjutnya, pemindahan warung apung, karamba jaring apung, dan penghentian operasional perahu/gethek yang kurang tertata itu diharapkan sudah bisa dimulai Juli 2021.
Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan penataan kawasan Rawa Jombor perlu didukung semua pihak. Karena, ke depan yang menyandarkan hidup dari keberadaan rawa ini juga banyak.
"Revitalisasi Rawa Jombor kita jadikan sesuatu yang menjadi kebutuhan bersama. Untuk itu, ayo kita membuat kesepatan Rawa Jombor kita rawat bareng-bareng,� pungkasnya. (OL-1)
Menyajikan lakon Sang Drupadi, dalang Nyi Kenik Asmorowati malam itu mampu menghidupan suasana meriah, sensasional, dan menakjubkan penonton yang memadati kompleks RSPD Klaten.
Pemkab Klaten dan Forkopimda menggelar simulasi penanganan bencana banjir. Kegiatan simulasi melibatkan seluruh stakeholder ini dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.
Kabupaten Klaten meraih delapan penghargaan di ajang Top BUMD Awards 2026, yang digelar di Raffles Hotel, Jakarta Selatan.
Ratusan warga masyarakat menyerbu Bus Makan Gratis Indowareg di halaman Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, Senin (13/4).
Tradisi gerebeg syawal di Bukit Sidogura, adalah dalam rangka nguri-uri (melestarikan) budaya yang telah dijalankan para leluhur.
Tradisi Kenduri Bakdo Kupat sejak 1970 menjadi sarana mempererat kebersamaan, gotong royong, dan nilai spiritual warga pasca-Idul Fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved