Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menjaga kualitas air di Kawasan Danau Toba, Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Pangdam I/BB beserta Kapolda Sumatra Utara melakuan penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) pada Kamis (29/4). Sebanyak 58 petak dari 3.273 petak yang ada di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi Sumatra Utara, ditertibkan aparat.
Saat penertiban KJA tersebut turut hadir Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, Danrem KS, Binsar Situmorang mewakili Gubsu, Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting, Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Adietya Y Nurtono, Kajari Dairi Syahrul Subuki, Ketua PN Sidikalang Ledis Meriana Bakkara, serta Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe mengatakan berdasarkan pendataan serta inventarisasi yang dilakukan KJA, dalam radius kedalaman < 30 meter di Kecamatan Silahisabungan terdapat sebanyak 3.273 petak dengan kepemilikan 82 orang.
"Sebelumnya kita telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemilik KJA di Silahisabungan tentang rencana penertiban KJA dengan memberikan kompensasi kepada pemilik KJA sebesar Rp5 juta/petak," kata Rahmat Syah Munthe dalam keterangannya, Jumat (30/4).
Rahmat menjelaskan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 bahwa perairan Silahisabungan termasuk wilayah zona A3.1. Yaitu kawasan peruntukan penerapan teknologi alam dan/atau buatan untuk pemulihan kualitas air Danau Toba serta kawasan peruntukan pemijahan ikan termasuk ikan endemik. Perairan Silahisabungan juga merupakan kawasan peruntukan transportasi danau.
"Untuk itu kegiatan di sekitaran perairan Silahisabungan tidak diperbolehkan melakukan budi daya perikanan,
pembuangan limbah padat dan cair, limbah bahan berbahaya dan beracun serta kegiatan lain yang mengganggu fungsi Kawasan zona A3.1," jelasnya.
Rahmat menerangkan dampak KJA terhadap lingkungan saat memberikan pakan ikan (pelet) yang tidak habis dikomsumsi oleh ikan akan mengendap di dasar danau, yang mengakibatkan meningkatnya kadar amonia dan berkurangnya kadar oksigen dalam air.
Sisa pakan dan buangan padat ikan akan terurai melalui proses dekomposisi membentuk senyawa nutrien, antara lain; senyawa nitrogen (NH3, NO2, NO3) dan fosfor (PO4), senyawa nutrien baik nitrogen maupun fosfor dapat merangsang tumbuhnya fitoplankton. Sisa pakan akan dimanfaatkan oleh mikroorganisme khususnya bakteri untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya.
"Selain itu sisa pakan juga dapat menyebabkan tingginya kekeruhan yang mengakibatkan cahaya matahari akan susah menembus kolom air, menyebabkan gangguan kesehatan, gagal-gatal serta pencemaran udara yang diakibatkan oleh bau sisa pelet," terangnya. (AP/OL-10)
Tim SAR Gabungan memperluas pencarian Christopher Rustam, wisatawan yang hilang di Air Terjun Situmurun, Danau Toba. Teknologi Aqua Eye dikerahkan.
GUNA melestarikan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pusuk Buhit menebar 1.000 bibit ikan di Danau Toba.
Sejak 9 April 2026, operasi modifikasi cuaca (OMC) langsung digeber selama 25 hari untuk mengejar defisit air yang mulai mengkhawatirkan.
Penelitian terbaru dari tim ilmuwan Jepang mengungkap bahwa Kaldera Kikai belum mati.
Wakil Bupati Samosir memimpin penanaman 3.450 pohon di lereng Pusuk Buhit sebagai bagian rehabilitasi hutan dan konservasi kawasan Danau Toba.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved