Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI hari ke 12, Kamis (10/9), kebakaran di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah menghanguskan hutan dan lahan di dua Kecamatan yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur. Kni, api mengancam Kawasan hutan lindung Ile Lewotolok, RTK 90 seluas 5.000 Ha.
Selain itu kebakaran hutan yang sulit dipadamkan itu mengancam sejumlah rumah adat dan pemukiman warga. Beruntung, kobaran api menjalar di wilayah puncak gunung Ile Lewotolok, mengitari puncak dari arah utara menuju Barat wilayah Kecamatan Ile Ape kemudian kini menuju wilayah Timur Kecamatan Ile Ape Timur.
Kobaran api yang terus meluas dari wilayah Kecamatan Ile Ape hingga ke wilayah Kecamatan Ile Ape Timur, mendorong warga di tiga Desa yakni Desa Watodiri, Desa Todanara dan Desa Jontona bergerak serempak.
Penjabat Kepala Desa Jontona, Rufus Making, Kamis (10/9) menjelaskan, warga ketiga desa itu membuka posko gabungan di Kampung Adat Lamariang, Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, guna mengendalikan kobaran api yang terus terjadi sejak Minggu (30/8/2020) lalu.
"Api saat ini masih berada di wilayah Desa Lamawolo. Kami tidak mau api memasuki wilayah Desa Jontona. Karena kalau dia sudah lewati, kemungkinan besar api semakin besar karena di wilayah Jontona banyak hutan lebat yang mengering. Api akan sulit dikendalikan. Karena itu kami minta warga untuk padamkan beramai-ramai," ujar Penjabat Kepala Desa Jontona, Rufus Making.
Secara bergantian, warga berupaya memadamkan kobaran api yang terpantau dari Posko kampung adat Lamariang.
Dijelaskan, ratusan warga itu berjibaku mendaki ke puncak Gunung Ile Lewotolok sejak Selasa (8/9/2020) hingga Rabu (9/9/2020) untuk memadamkan api yang terus berkobar di wilayah puncak gunung tersebut.
Warga ketiga desa itu khawatir, kobaran api menghanguskan puluhan rumah adat di kampung Lewohala hingga menghancurkan ekosistem hutan lindung Ile Lewotolok, RTK 90.
Pihak Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) Kabupaten Lembata, mengaku pada Selasa lalu, pihaknya telah berhasil memadamkan api di wilayah Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape.
"Kemarin kami menuju titik api sekitar jam 2 dini hari. Kami dipandu bapak Rafael Raya dan Tinus Bupati. Menariknya, kedua orang tua ini mengerti api ini harus dimatikan pada titik mana dan bagaimana memutus laju api. Medan yang belum diketahui sangat menyulitkan petugas. Berkat panduan warga, petugas bisa tiba di titik api yang sedang menyala. Kemudian kami berupaya padamkan api dengan peralatan yang kami bawa," ujar Kepala KPH Kabupaten Lembata, Linus Lawe, di kampung Lamariang, Desa Jontona, Rabu (9/9).
Pihak KPH belum dapat memastikan, kebakaran yang menghanguskan hutan dan
lahan milik warga di dua Kecamatan itu masuk Kawasan hutan lindung Ile
Lewotolok RTK 90 yang telah ditetapkan seluas 5.000 Ha itu.
"Saya hanya bilang ada potensi kebakaran itu telah memasuki Kawasan hutan lindung Ile Lewotolok RTK 90. Tadi kita baru ambil titik koordinatnya. Titik koordinat itu kita kirimkan kepada Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Lembaga ini yang menentukan kebakaran ini sudah masuk dalam Kawasan hutan lindung atau di luar," ujar Linus Lawe.
Padamkan Api dengan Alat Seadanya
Rafael Raya Lagamaking, warga Desa Jontona kepada mediaindonesia.com di posko penanggulangan kebakaran, kampung Lamariang, Rabu (9/9) menjelaskan, upaya pemadaman api di puncak Ile Lewotolok dilakukan sejak selasa (8/9/2020).
Rafael bersama warga lainnya menuju puncak Gunung berketinggian 1.423 mdpl itu sejak pukul 4 subuh. Warga berupaya memadamkan api dengan membawa serta tong air penyemprot hama, kayu, parang dan peralatan seadanya.
Sampai jam 7 malam, dirasakan api sudah dapat dipadamkan, ia bersama warga Kembali ke posko Lamariang untuk makan malam. Setelah makan malam, dirinya kembali lagi ke puncak gunung karena muncul lagi sejumlah titik api.
"Kemarin banyak titik api. Kebanyakan api melebar. Kami jaga areal Desa Jontona. Satu-satunya tempat yang bisa diamankan adalah kali. Kami mau api harus mati di Kali itu, karena kalau lewat lagi dia akan semakin besar dan pasti merambat sampai ke kampung Lamawolo. Sekarang tersisa satu titik api di wilayah Desa Jontona. Dan satu titik di wilayah Desa Lamawolo," ujar Rafael.
Untuk mematikan api, Rafael berupaya dengan cara memukulnya menggunakan kain basah, juga dengan menggunakan tengki penyemprot hama. Kain basah dipergunakan untuk mematikan bara api, sedangkan tengki penyemprot hama untuk mematikan nyala api. (OL-13)
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Lembata Terpantau di Lima Titik
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved