Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK meningkatkan nilai ekonomi, petani di Kabupaten Banyuwangi mengolah hasil pertanian untuk dijadikan oleh-oleh khas Banyuwangi. Agribisnis tersebut sekaligus untuk menunjang perekonomian dan pariwisata di Banyuwangi. Berkembangnya agribisnis ini juga dukungan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang menjadi penggerak produksi pangan dan pariwisata setempat. Salah satunya adalah BPP Genteng yang menjadi penggerak produksi pangan dan destinasi wisata.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengapresiasi kinerja penyuluh yang mengembangkan peluang dan potensi BPP yang dianggap ideal sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani).
"BPP Genteng melaksanakan fungsi KostraTani yang relatif ideal. Apa yang diinginkan pusat, telah dilaksanakan di Banyuwangi oleh BPP Genteng," kata Dedi Nursyamsipada koordinasi virtual dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Banyuwangi Arif Setyawan, Rabu (1/7).
Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Kementan khususnya BPPSDMP]berupaya mengembangkan penyuluh menjadi agen utama di dalam pembangunan pertanian, sehingga organisasi penyuluhan pertanian (BPP) menjadi centre of excellent.
Program dan kebijakan tersebut, katanya, menjadi agenda utama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengembangkan KostraTani, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan 267 juta penduduk.
"Singkatnya, KostraTani menjalankan lima peran utama sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan," kata Dedi mengutip arahan Mentan.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arif Setyawan mengatakan kunci keberhasilan Banyuwangi merupakan implementasi kebijakan Bupati Azwar Anas, mengusung ikon Sunrise of Java. Maksudnya, seluruh program pembangunan di Banyuwangi termasuk pertanian, muaranya mendukung pengembangan potensi pariwisata di tiap kecamatan.
baca juga: Pemkab Gunung Kidul Izinkan Pengelola Wisata Lakukan Uji Coba
"Luasan dan sumberdaya alam Banyuwangi, potensinya luar biasa. Mulai dari laut, gunung, hutan, sungai bahkan tambang yang sangat mendukung pembangunan pertanian sekaligus pariwisata," kata Arif Setyawan didampingi para pejabat struktural, koordinator penyuluh dan koordinator empat BPP Percontohan.
Menurutnya, Banyuwangi mengembangkan penyuluh menjadi entrepreneur. Caranya dengan mengubah mindset-nya, tidak hanya orangnya, juga tempat mereka bekerja. Memenuhi biaya operasional penyuluhan (BOP) serta mendorong pengembangan potensi tiap kecamatan. (OL-3)
Warga suku Osing membawa wadah berisi makanan tradisional pecel ayam menuju sumber mata air Mangarang saat ritual adat Ithuk-ithukan di Kampung Anyar, Rejopuro, Banyuwangi.
Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah.
Proses pendaftaran yang sebelumnya bersifat manual dan kurang transparan berubah menjadi sistem digital yang otomatis dan bisa dilacak.
Sejumlah nelayan mencari kerang hijau di Pantai Satelit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Lomba keterampilan disabilitas menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan potensi dan bakat.
Pertunjukan tari dan sepak bola api adalah tradisi warga Papring untuk menyambut bulan purnama sekaligus melestarikan budaya daerah.
Laporan ini menegaskan peran strategis sektor agribisnis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi serta perdagangan di Indonesia.
USDA bawa 41 perusahaan ke Jakarta guna perluas ekspor pertanian AS melalui Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, menyasar pasar halal dan kelas menengah Indonesia.
Dalam menghadapi tantangan industri perkebunan modern, PTPN XIV tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas di lapangan, tetapi juga mendorong transformasi digital
Perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan sistem lama dan proses manual. Masa depan membutuhkan kecepatan, akurasi, tata kelola, dan keadilan.
Hingga 2024, Astra Agro berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 15,14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Proyek ini juga mencakup pengembangan ekosistem perkebunan kelapa organik seluas 20 ribu hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved