Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi dan 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan menganggarkan dana sebesar Rp414 miliar untuk penanganan tanggap darurat pandemi Covid-19 atau virus korona di wilayah tersebut. Hingga kini jumlah warga positif terpapar virus korona di Kalsel sebanyak 150 orang.
Besaran anggaran penanganan virus korona ini dipaparkan dalam Musrenbang RKPD 2021 yang dipimpin Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui sistem daring, Selasa (28/4). Adapun total anggaran penanganan pandemi virus korona yang berasal dari realokasi APBD tersebut mencapai Rp414,1 miliar.
Pemprov Kalsel menganggarkan dana penanganan virus korona dari APBD 2020 sebesar Rp116,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk penanganan bidang kesehatan Rp86,6 miliar, penanganan dampak ekonomi Rp20 miliar dan penyediaan social safety net Rp10 miliar.
Sedangkan pemerintah 13 kabupaten/kota di Kalsel telah menganggarkan dana mencapai Rp297,36 miliar. Dana penanganan virus korona terbesar dianggarkan Kota Banjarmasin yaitu Rp51,58 miliar disusul Kabupaten Tanah Laut Rp44,81 miliar dan anggaran terkecil Kabupaten Hulu Sungai Utara Rp5 miliar.
"Saat ini APBD Kota Banjarmasin sudah di realokasi dan refocusing sesuai Surat Edaran Mendagri dengan status tanggap darurat penanganan pandemi virus korona," tutur Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Dana penanganan virus korona ini sebagian besar diambil dari mata anggaran perjalanan dinas dan kegiatan-kegiatan yang batal terlaksana akibat pandemi virus korona serta pemotongan gaji pegawai. Hingga Selasa (28/4) siang jumlah kasus positif virus korona di Kalsel mencapai 150 kasus, dimana 16 orang dinyatakan sembuh dan delapan orang meninggal dunia. (OL-13)
Baca Juga: Pentagon Akhirnya Merilis Video Adanya 'UFO'
Baca Juga: Jakarta Banjir, Dinas SDA: Saluran Menyempit Perlu Dinormalisasi
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved