Kali Ini, Tradisi Dugderan tanpa Keramaian

Antara
23/4/2020 17:47
Kali Ini, Tradisi Dugderan tanpa Keramaian
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memukul bedug di Masjid Kauman Semarang saat tradisi Dugderan sebagai awal Ramadan.(Antara)

TRADISI Dugderan sebagai penanda awal Ramadan di Kota Semarang, Kamis (23/4), digelar tanpa keramaian yang mengundang banyak warga di tengah pandemi Covid-19.

Trasisi warga sebelum puasa hari pertama dilaksanakan tersebut, digelar di Masjid Kauman Semarang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diwarnai arak-arakan, Dugderan tahun ini hanya dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita G. Rahayu, takmir Masjid Kauman, serta sejumlah kiai.

Sebelum pemukulan bedug tanda dimulainya Bulan Puasa, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membacakan Suhuf Halaqof. "Karena ada wabah Covid-19, Dugderan kali ini digelar sederhana," katanya.

Meski digelar sederhana, ia memastikan tradisi masyarakat Kota Semarang dalam menyambut Ramadan itu tetap terjaga.

Pelaksanaan tradisi itu, kata dia, mudah-mudahan bisa membuat warga Semarang tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa. "Titip pesan agar ibadah sebaiknya dilaksanakan di rumah," katanya.

Ketua Takmir Masjid Kauman Semarang K.H. Hanief Ismail mengatakan tarawih di Masjid Agung Kota Semarang  ditiadakan selama pandemi COVID-19. "Sesuai imbauan pemerintah, tidak ada salat tarawih," katanya. (OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya