Blora Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19

Akhmad Safuan
20/4/2020 17:40
Blora Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19
Blora Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19(MI/Akhmad Safuan)

SETELAH ada warganya positif covid-19, Bupati Blora Djoko Nugroho menetapkan Kabupaten Blora, Jawa Tengah berstatus tanggap darurat virus korona (Covid-19) yang akan berlangsung hingga 40 hari kedepan.

Pemantauan Media Indonesia Senin (20/4) suasana ruang media center Posko Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Kabupaten Blora tampak berbeda dibanding biasanya, ada keprihatinan mendalam  dari para pejabat daerah yang menghadiri acara konfrensi pers tersebut.

Para pejabat Kabupaten Blora seperti Bupati Blora Djoko Nugroho, Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora dr Nugroho Adiwarso dan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora Purwadi Setiyono yang hadir seperti menyimpan keprihatinan yang cukup dalam dan berduka atas adanya pasien positif covid-19 untuk pertama kalinya.

Hal itu dapat dipahami, karena di tengah wabah korona Blora masih nihil terhadap kasus positif covud-19.  Termasuk pasien dalam pengawasan (PDP) meskipun terdapat ratusan orang dalam pemantauan (OPD).

"Di Kabupaten Blora sudah ada yang terkonfirmasi positif virus Corona tiga orang, sekalipun dua diantaranya baru positif berdasarkan rapid test saya anggap positif saja," kata Djoko Nugroho.

Anggapan positif ini, jelas Djoko Nugroho, agar seluruh warga Blora lebih waspada, berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan diri. Jadi mulai hari ini Blora ditetapkan berstatus tanggap darurat. "Tanggap darurat covid-19 akan berlangsung hingga 40 hari kedepan," tegasnya.

Djoko Nugroho meminta warga Blora tidak takut dengan status tanggap darurat ini, namun justru lebih hati-hati dan waspada, Hal itu agar bisa menekan potensi penularan serta mengikuti semua petunjuk dan arahan pemerintah dalam rangka memutus dan memperlambat
penularan virus ini.

Di Kabupaten Blora saat ini, lanjut Djoko Nugroho,  warganya yang dinyatakan positif covid-19 dari hasil laborstorium tinggal di Desa Kentong, Kecamatan Cepu yang baru pulang dari Jakarta saat ini diisolasi di RSUD Cepu. Kedua, lelaki tinggal di Perumda Blora dan ketiga istri lelaki tersebut.

Selamjutnya setelah diketahui adanya warga positif covid-19 tersebut, ujar Djoko Nugroho, dilakukan tracking untuk mengurut siapa saja yang pernah berhubungan demgan pasien tersebut, termasuk petugas medis yang sempat menangani juga dilakukan pemeriksaan dan untuk sementara diisolasi.

Direktur RSUD dr R Soetijono Blora dr Nugroho Adiwarso mengatakan pihaknya sedang melakukan isolasi terhadap 25 orang yakni dokter dan sejumlah tenaga medis yang pernah menangani pasien dari Perumda tersebut.

"Karena ada satu pasien warga Perumda Kunden yang dinyatakan positif berdasarkan swab test sempat dirawat selama 12 jam di RSUD Blora dengan diagnosa gagal ginjal sebelum dibawa ke RSUD Moewardi Solo, maka baik dokter, perawat dan tenaga medis kita tarik dan diisolasi," kata Nugroho Adiwarso. (OL-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya