Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Temanggung, Muh Sayid, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Temanggung belum efektif untuk melawan penyebaran virus korona (covid-19).
Kendati demikian, Sayid mengakui kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
"Meski pemerintah kabupaten dan aparaturnya sudah bekerja keras, tapi belum efektif," ujar Sayid, Sabtu (11/4).
Baca juga: Positif Covid-19, Pasien di NTT Buat Pengumuman Lewat Youtube
Sayid menilai seharusnya pemerintah daerah menjelaskan kepada masyarakat terkait pandemi covid-19. Dalam hal ini, apakah Temanggung masuk dalam zona hijau, zona kuning, atau zona merah. Penetapan status ini berkaitan erat dengan kebijakan yang harus diambil pemerintah, termasuk opsi karantina wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Menurut saya yang pertama harus jelas dulu status Temanggung. Apakah kategori zona hijau, kuning atau merah. Penetapan status ini akan sangat terkait dengan kebijakan yang harus diambil pemerintah daerah,” pungkasnya.
Kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Temanggung, lanjut dia, memerlukan ketegasan dan skenario yang efektif untuk mengatasi pandemi covid-19. Kemudian, untuk menjamin efektivitas kebijakan, juga diperlukan penegakan hukum terhadap masyarakat. Namun, penegakan hukum harus terukur dan sesuai dengan aturan.
Baca juga: Desa di Jawa Tengah Siapkan Tempat Isolasi Bagi Pemudik
"Kalau memang Temanggung masih zona hijau, mestinya masih sebatas physical distancing ya," imbuhnya.
Menyoroti kebijakan physical distancing di Temanggung, Sayid menilai pelaksanaannya masih belum efektif. Dia melihat masih banyak kerumunan orang untuk kegiatan yang sifatnya tidak mendesak. "Seperti tempat pemancingan dan lapak merpati masih buka di kampung saya sendiri. Di sana juga tetap ramai,” kata dia.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved