Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALOKASI pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten tahun 2020, dapat dipastikan tidak mencukupi kebutuhan petani. Pasalnya, alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provinsi masih jauh dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diusulkan petani.
Berdasarkan surat keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah No 521.34/001/2020, Kabupaten Klaten tahun ini mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea 21.413 ton, SP-36 1.135 ton, ZA 6.458 ton, NPK 13.954 ton, dan organik 2.945 ton.
Baca Juga: Petani Sragen Gelisah Jatah Pupuk Bersubsidi Terus Berkurang
Sementara itu, RDKK 2020 Kabupaten Klaten untuk pupuk urea 27.821 ton, SP-36 63.981 ton, ZA 15.515 ton, NPK 26.120 ton, dan organik 7.427 ton. Sesuai RDKK, total luas tanam sektor pertanian 106.857 hektare. Sedangkan jumlah petani 77.233 orang tersebar di 26 kecamatan.
''Alokasi pupuk bersubsidi tahun ini tidak mencukupi kebutuhan petani. Karena, alokasi pupuk yang ditetapkan pemerintah provinsi itu jauh dari RDKK,'' ujar Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Wahyu Wardana, Rabu (11/3).
Baca Juga: Kartu Tani Bisa Untuk Menebus Pupuk Bersubsidi
Ditemui Media Indonesia di ruang kerjanya, Wahyu Wardana menambahkan, bahwa DPKPP Klaten pun sudah bersiap untuk mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi ke provinsi. Langkah ini untuk antisipasi terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, DPKPP Klaten juga meminta petani untuk tetap tenang karena stok semua jenis pupuk bersubsidi masih banyak. Selain itu, petani diingatkan untuk membeli pupuk di kios atau penyalur resmi. Di Klaten, jumlah kios pupuk resmi ada sekitar 1.500 kios dan 10 distributor. (JS/OL-10)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved