Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah petani di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya mengeluhkan beredarnya pupuk palsu yang sudah membuat petani mengalami gagal panen. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya belum melakukan tindakan apapun terkait peredaran pupuk palsu tersebut.
Padahal pupuk palsu tersebut telah beredar luas di penjual pupuk di Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Para penjual itu menjualnya dengan harga miring. Akibat memakai pupuk palsu, para petani mengalami kerugian cukup besar karena harus kembali menanam ulang.
Baca juga: Polisi Bongkar Produsen Pupuk Palsu di Sidoarjo
Seorang petani Zenal, 52, warga Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya mengatakan beredarnya pupuk palsu dikeluhkan banyak petani.
"Selama awal musim tanam di bulan Januari sampai pemupukan di dua minggu terakhir di bulan Februari tidak ada peningkatan. Kondisi bibit tetap utuh tetapi sebagian telah menguning lalu secara bertahap tanaman mati. Pembelian pupuk dilakukan petani secara kolektif. Ketika kami cari penjualnya ternyata penjual sudah pindah ke daerah lainnya," kata Zenal, Selasa (10/3).
Petani lainnya, Mimih, 60, warga Kecamatan Mangkubumi juga menyampaikan hingga kini pemerintah daerah termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan belum melakukan tindakan terhadap pupuk palsu yang beredar di wilayahnya.
"Kami meminta agar dinas secara langsung memberikan penyuluhan karena selama ini, para petani tidak tahu mana yang palsu dan mana yang asli. Karena, jenis pupuk urea ada kesamaan dan langkah yang dilakukan sejak beberapa tahun belum ada langkah terutama berkaitan dengan pupuk maupun benih padi," paparnya. (OL-14)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved