Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun ini mendapat alokasi pupuk bersubsidi 101.571 ton. Jumlah tersebut naik sekitar 40.508 ton dibanding 2019.
"Tahun lalu (2019) alokasi yang di setujui sekitar 30 persen dari kebutuhan. Nah untuk tahun ini alokasi yang disetujui meningkat menjadi 43,86 persen atau sekitar 40.508 ton," ungkap Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel Juaidi, di Babel, Rabu (29/1).
Ia merincikan, 101,571 ton pupuk bersubdisi tersebut terdiri dari Urea 43,640 ton, SP-36 9520 ton, ZA 15,429 ton, NPK 25,657 ton, Organik 7,329 ton.
"Semua alokasi jenis pupuk bersubsidi naik, kecuali pupuk organik padat turun dari sebelumnya 9.420 ton menjadi 7.329 ton," ujarnya.
Turunnya pupuk Organik padat ini menurutnya dikarenakan adanya edaran Kementan terbaru terkait pengajuan permohonan pupuk organik cair
(POC). "Ada edaran baru untuk lebih fokus ke POC ini, edaran ini sudah kami sampaikan ke Kabupaten/kota melalui aplikasi e-proposal,"ungkap
dia.
Untuk itu, Pihaknya belum mengetahui berapa banyak Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi organik cair ini. "insyallah
nanti berapa banyak kebutuhannya baru kita ketahui pada bulan Februari, sebab permohonan dari Kabupaten/Kota belum masuk,"tuturnya.
Ia mengaku pihaknya akan lebih selektif dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Babel agar tepat sasaran. Untuk itu pihaknya tengah menyosialisasikan dan pendataan untuk kartu tani ini.
"Kita harapkan dengan menggunakan kartu tani nanti penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasara," ucap Juaidi.
Juaidi menambahkan di babel sendiri ada sekitar 103 ribu petani, luas lahan untuk sawah 23.059 hektar sedangkan luas lahan jagung hanya 3000
hektar,"petani yang dapat pupuk bersubsidi ini yang mempunyai lahan perkebunan tidak lebih dari 2 hektar," terangnya.(OL-13)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved