Bangkalan Cegah Kekerdilan Melalui Posyandu

Retno Hemawati
27/1/2020 17:50
Bangkalan Cegah Kekerdilan Melalui Posyandu
Petugas Posyandu mengukur lingkar kepala seorang anak di Posyandu Anggrek, Tasikmadu, Malang, Jawa Timur.(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur berupaya menekan kasus kekerdilan pada anak di wilayah itu dengan mengefektifkan program pos pelayanan terpadu (Posyandu). "Langkah ini kami lakukan, karena angka balita kerdil di Bangkalan ini banyak," kata Ketua Tim Penggerak Program Kesehatan Keluarga (PKK) Bangkalan Zainab Zuraida Abd Latif di Bangkalan, Senin (27/1). Ia menjelaskan jumlah balita Bangkalan yang mengalami kekerdilan masih tinggi, meski dalam dua tahun terakhir ini mulai menurun.
  
Menurut Zainab, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bangkalan, pada tahun 2018 jumlah anak yang mengalami kasus kekerdilan di Bangkalan sebanyak 3.153 orang dan pada 2019 menurun menjadi 2.718 orang. "Sudah ada penurunan, tapi jumlah ribuan ini masih banyak," katanya. Oleh karenanya, sambung dia, pihaknya menggerakkan kegiatan Posyandu, untuk menekan kasus kekerdilan di Bangkalan itu.   

Menurut Zainab, kasus kekerdilan yang terjadi di Bangkalan bukan karena kemiskinan, akan  tetapi karena faktor wawasan dan pengetahuan keluarga. "Nah, kader-kader Posyandu ini kami gerakkan untuk membantu memberikan penyuluhan, di samping pentingnya gerakan secara bersama-sama oleh lintas sektor," kata Zainab.
  
Istri Bupati Bangkalan lebih lanjut menjelaskan monitoring oleh instansi dinas terkait perlu digencarkan, sehingga upaya yang akan dan telah dilakukan oleh para kader posyandu membuahkan hasil positif. (Ant/OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya