Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang akibat sungai meluap di Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan terjadi Senin (30/12) pagi. Akibatnya, jembatan ambruk dan belasan rumah rusak berat, bahkan ada sejumlah rumah terbawa arus air sungai.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, banjir bandang di Desa Keban Agung Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat membuat jembatan Ayek Mulak yang menghubungkan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat dangan Semende, Kabupaten Muara Enim putus, Senin (30/12).
"Jembatan ini ambruk karena tergerus air. Sehingga akses masyarakat putus," kata Ansori.
Ia menerangkan, jembatan ini ambruk berdampak pada warga desa Lesung Batu, Desa Air Pur, Desa Pajar Bulan, dan Desa Mengkenang.
"Warga harus berputar arah ke Kecamatan Semende di Kabupaten Muara Enim untuk bisa melintas ke desa lain," kata dia.
Tidak hanya membuat jembatan ambruk, belasan rumah pun mengalami rusak berat akibat bencana banjir bandang tersebut.
"Tercatat sementara di Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Ulu ada 10 rumah rusak berat akibat derasnya air dan 6 rumah terbawa arus air," kata dia.
Juga tercatat kantor pemerintah desa hingga musola serta sarana prasarana lain yang terendam banjir di daerah tersebut.
Namun pihaknya hingga saat ini masih menunggu pembaharuan informasi mengenai dampak dari banjir bandang di daerah tersebut. "Hingga saat ini kita belum mendapat informasi adanya korban jiwa. Kami juga masih menunggu informasi terbaru dari lapangan," pungkasnya. (OL-11)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved