Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA dan Kamboja telah menyatakan diri untuk bergabung dengan World Zakat Forum (WZF), gerakat penghimpunan zakat dunia. Terus bertumbuhnya penduduk muslim dan adanya kebebasan beragama di negara tersebut menjadi penyebab utamanya. Sekretaris Jenderal WZF Bambang Soedibyo mengatakan, kedua negara tersebut telah memastikan kesediaannya untuk bergabung dengan WZF. Menurutnya, di Rusia terdapat 8-9 juta penduduk muslim, angka yang cukup besar.
"Di Rusia 10% penduduk muslimnya. Di Kamboja sekitar 5%," kata Bambang usai membuka WZF International Conference 2019, di Bandung, Selasa (5/11).
Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden Maruf Amin.
"Jangan dianggap remeh. Penduduk Rusia dan Kamboja menikmati kebebasan beragama," katanya.
Dia menambahkan, di kedua negara itu pun terdapat lembaga khusus pengelola zakat.
"Bahkan di Kamboja ada menteri urusan Islam. Artinya perhatian pemerintahnya sangat baik," katanya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan keberadaan zakat ini sangat penting untuk menjadi jaring pengaman sosial di tengah-tengah kesulitan perekonomian global. Dia berpendapat, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini perekonomian ekonomi dunia akan goyang sehingga bisa menimbulkan angka kemiskinan baru.
Melalui penghimpunan zakat ini, diharapkan mampu meminimalisasi dampak perlambatan ekonomi dunia.
"Venezuela, Afrika Selatan, Turki, Argentina, sudah mengalami krisis. Bahkan ekonomi besar seperti Amerika, Eropa dengan motor besarnya Jerman dan Inggris, China, sudah mengalami perlambatan ekonomi," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Badan Zakat Bosnia Herzegovina El Nur Salchovic berharap pengelolaan zakat tidak hanya terfokus pada penghimpunan dan penyalurannya saja. Namun, menurut dia sasarannya harus pada pemberdayaan ekonomi para penerimanya.
baca juga: Bank Sampah Hasil 'ATM' Dari Bantul
"Jangan fokus pada penghimpunan dan penyaluran zakat. Tapi fokus pada pengangkatan ekonomi," katanya.
Dia pun menyebut sejumlah persoalan dunia yang berakar dari adanya kemiskinan terutama di negara muslim.
"Saya yakin, adanya WZF ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat kecil khususnya muslim," katanya. (OL-3)
Program Beasiswa Cendekia Baznas merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Baznas disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved