Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pekatnya kabut asap, guyuran hujan turun di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Meski intensitas hujan tidak lebat, masyarakat Palembang bersyukur dengan turunnya hujan di kota tersebut. Kabut asap pekat telah menyelimuti Kota Palembang pada Selasa (24/9) dini hari hingga pukul 09.30 WIB. Seiring dengan naiknya matahari, kabut asap pun mulai menipis. Dan pada pukul 10.23 WIB, hujan pun turun di Kota Palembang. Dandy Hendrias, warga Sukarame bersyukur karena hujan turun di saat kabut asap masih pekat.
"Alhamdulillah, hujan sudah lama dinantikan, sekarang turun juga. Semoga bisa menghilangkan asap ini karena sudah lama merasakan
sesak," ucapnya.
Ia mengaku, meski tidak begitu deras namun rintikan hujan membuat semua daerah di sekitar rumahnya basah.
"Aroma debu yang tersiram air hujan memang terasa. Tapi inilah hikmahnya. Semoga di daerah yang lahannya terbakar juga tersapu hujan," jelasnya.
Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Bandara SMB II Palembang Bambang Beni Setiadji mengatakan, berdasarkan perbaharuan informasi peringatan dini cuaca di Sumsel pada 24 September 2019 pukul 09.10 WIB masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat. Ditambah angin kencang sesaat pada pukul 09.40 WIB di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) meliputi Cengal, Pedamaran Timur, Tulung Selapan, SP Padang, Pangkalan Lapam, dan Pedamaran, Banyuasin (Banyuasin II), Musi Banyuasin (Bayung Lencir), Ogan Ilir (Lubuk Keliat, Payaraman, Muara Kuang), Prabumulih, Muaraenim (Rambang, Balida Darat) dan sekitarnya.
"Kondisi ini juga dapat meluas ke sebagian wilayah Ogan Komering Ulu Timur, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu, Lahat, Pagaralam, Pali, Musirawas Utara, Palembang dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB," terang dia.
Ditambahkan Kepala Stasiun BMKG SMB II Palembang, Tri Agus Pramono, mengatakan prakiraan cuaca tersebut didapat dari model pengukuran yang dimiliki BMKG.
"Berdasarkan model yang kami punya prakiraannya hari ini (Selasa), Insyaallah terjadi hujan di wilayah kita," harapnya.
Tri menjelaskan saat ini wilayah Palembang dan sekitarnya sedang mengalami puncak musim kemarau yang berlangsung sejak Agustus hingga September. Menurut dia, pada musim kemarau ini terdapat potensi hujan dengan intensitas kecil.
Ia melanjutkan pihaknya selalu memberikan informasi kepada tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) manakala ada awan yang menimbulkan potensi hujan.
"Sehingga tim TMC dapat secara cepat menabur garam agar terjadi hujan di wilayah itu," kata Tri.
baca juga: Pertamakalinya Perempuan Jadi Ketua DPRD Sementara Sulsel
Berdasarkan pantauan cuaca yang dilakukan BMKG, berdasarkan prakiraan cuaca, musim hujan akan tiba pada akhir Oktober 2019 dan mengalami puncaknya pada November 2019.
"Akhir Oktober sudah terjadi hujan walaupun tidak banyak. Puncaknya November. Jadi masyarakat harus hati-hati setelah musim kemarau. Kita akan menghadapi musim hujan apabila terjadi banjir," tandasnya. (OL-3)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved