Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berdampak pada 17.485 keluarga yang terdiri atas 56.123 warga di 15 kelurahan yang ada di lima kecamatan, paling banyak di Kecamatan Sungai Pinang, kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
"Kami bersyukur karena sejak kemarin air terus surut," kata Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AH di Samarinda, Jumat (14/6).
Dampak banjir dirasakan oleh 1.023 keluarga yang meliputi 32.726 orang di Kecamatan Sungai Pinang, di mana korban banjir tersebar di Kelurahan Gunung Lingai (4.370), Temindung Permai (14.237), Sungai Pinang Dalam (2.642), Bandara (11.104), dan Mugirejo (373).
Di Kecamatan Samarinda Utara, total jumlah warga yang terdampak banjir 15.706 orang, tersebar di Kelurahan Sempaja Timur (9.153), Sempaja Selatan (3.985), Sempaja Utara (2.511), dan Lempake (57).
Baca juga: Ini Harapan Tokoh Lampung ke Gubernur Baru
Banjir juga berdampak pada 6.038 warga di Kecamatan Samarinda Ulu dengan rincian 4.200 orang di Kelurahan Sidodadi dan 1.438 di Kelurahan Bukit Pinang.
Selain itu, banjir berdampak pada 1.612 warga Kelurahan Pelita di Kecamatan Samarinda Ilir dan 81 warga di Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Hendra menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membangun posko secara mandiri dan menyalurkan bantuan berupa makanan siap konsumsi, bahan pangan, dan obat-obatan untuk membantu meringankan beban korban banjir. (OL-1)
Kalimantan Barat mencatat kondisi yang mengkhawatirkan. Sebanyak 14 kabupaten dan kota dinyatakan rawan karhutla dengan total 463 desa berisiko tinggi.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved