Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan PT Semen Baturaja (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama, di Palembang, Rabu (8/5).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro dengan Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Jobi Triananda Hasjim. Kedua perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan kerja sama yang bermanfaat dan menguntungkan.
"Kami di pupuk grup (Pupuk Indonesia Holding Company) menargetkan akan meningkatkan produksi NPK secara grup menjadi sekitar 6 juta ton pada 2022. Sementara ini produksi Pupuk Kujang, Pusri, Pupuk Iskandar Muda, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim sudah melampaui target 2,4 juta ton per tahun. Saat ini justru kami sudah bisa memproduksi 3 juta ton (exsisting)," kata Mulyono dalam sambutannya.
Mulyono menambahkan kerja sama dengan PT Semen Baturaja ini salah satunya adalah kerja sama mensuplai bahan baku pupuk. Selain mengejar target, kedua perusahaan pupuk ini mengembangkan inovasi produk. Sebagai bentuk kerjasama dengan Semen Baturaja, Pusri memberikan limbah B3 berupa fly ash dan buttom ash (debu hasil pembakaran).
"Ini digunakan Semen Baturaja sebagai salah satu bahan semen," kata Mulyono.
baca juga: Perang Dagang AS-Tiongkok Berlanjut, IHSG Rawan Koreksi
Sementara Pusri, bekerjasama untuk mendapatkan clay atau tanah liat dari tambang PT Semen Baturaja yang sangat luas di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumsel.
Sementara itu, Dirut PT Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim mengatakan, Pusri membutuhkan bahan baku clay yang berada di tambang Semen Baturaja.
"Bahan baku semen kami melimpah di OKU. Bukan hanya batu kapur juga clay. Kami ingin bersinergi dengan Pusri agar tahu kebutuhan masing-masing apa yang bisa disupport," kata dia. (OL-3)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved