Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA banjir bandang, sebanyak 1.664 warga Provinsi Bengkulu terserang penyakit. Warga yang sakit tersebar di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, sebanyak 1.664 jiwa terserang penyakit ispa, diare, penyakit kulit dan trauma.
"Pemprov Bengkulu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mengobati korban dan membersihkan sisa-sisa bencana alam," kata Rohidin, Selasa (7/5).
Anggaran, lanjut dia, telah disiapkan untuk pemberantasan wabah penyakit yang dimungkinkan muncul setelah bencana alam. Saat ini, anggaran telah dititipkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu dan segera dicairkan. Rohidin meminta tim kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
Sebanyak 1.664 jiwa terserang penyakit dengan rincian 981 orang terserang penyakit ispa, 151 orang terserang penyakit diare, 532 orang terserang penyakit kulit serta 24 orang lainnya masih trauma. Rohidin meminta tim kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
baca juga: Banjir di Bengkulu Bisa Parah Bila Tidak ada Perbaikan
"Dipastikan semua puskesmas, puskesdes buka setiap saat. Termasuk tim medisnya juga siap karena penduduk yang rentan terkena penyakit masih banyak," imbuhnya.
Untuk itu, ibu hamil yang ada saat ini sebanyak 1.550 orang, bayi 1.761 orang, balita 6.238 orang dan 7.184 orang lanjut usia (lansia) menjadi prioritas. Sementara itu, bantuan sosial, seperti santunan orang meninggal dan orang hilang sebesar Rp15 juta per orang. (OL-3)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved