Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN jiwa bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu mencapai 30 orang yang tersebar di empat kabupaten/kota.
Empat kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu.
Sedangkan korban hilang berasal dari Kabupaten Kaur dan Bengkulu Tengah masih dalam pencarian. Hingga kini tim gabungan masih terus melakukan pencarian.
"Korban meninggal dunia sudah 30 orang dan 6 orang masih dinyatakan hilang," kata Rohidin Mersyah, Kamis (2/5).
Saat ini warga yang mengungsi dari Kabupaten Bengkulu Tengah dan Bengkulu mencapai 617 jiwa yang tersebar di Kecamatan Air Napal (200 jiwa) dan Kecamatan Bang Haji (417 jiwa).
Banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan terhadap 16 ruas jalan, 32 jembatan rusak berat, serta dua lainnya rusak ringan. Kemudian delapan irigasi rusak berat, dan satu lainnya rusak ringan. Selanjutnya, hewan ternak milik warga yang mati adalah 204 ekor sapi, empat ekor kerbau, 150 ekor kambing, 8 ekor domba, 440 ekor ayam, dan 51 ekor itik.
Dampak bencana juga menerjang lahan pertanian seluas 2.648,06 hektare (ha), jagung seluas 221,59 ha, kacang tanah 8,25 ha dan kacang hijau 3,25 ha. Total kerusakan areal pertanian seluas 2.977,50 ha.
baca juga: Korban Banjir Bengkulu Dikirimi Rendang 1 Ton
"Data sementara kerugian akibat bencana alam di Bengkulu, mencapai Rp144 miliar," imbuhnya.
Saat terjadi bencana alam, kata dia, jaringan listrik ikut terdampak pada 161 gardu dan 9.436 pelanggan sehingga menjadi prioritas
perbaikan. (OL-3)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved