Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dihebohkan dengan hujan es yang terjadi pada Minggu, sekitar pukul 17.20 Wita.
Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok Praya Levi Ratnasari di Lombok Tengah, Minggu (24/2), menjelaskan hujan es di Dusun Tapo Barat, Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata tersebut, disebabkan aktivitas dari awan konvektif, yakni awan cumulonimbus.
"Awan tersebut tumbuh akibat adanya proses pemanasan yang kuat di daratan. Kondisi tersebut terpantau dari citra radar kami," katanya.
Menurut Levi, hujan es dapat terjadi kapan saja karena beberapa indikasi, yakni satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Kondisi tersebut akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat.
Selain itu, mulai pukul 10.00 terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang batas tepinya jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
Tahap berikutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal sebagai awan cumulonimbus.
Baca juga: Sebagian Wilayah Sleman Diguyur Hujan Es
Di pepohonan di sekitar tempat manusia berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat berdiri.
Ia menambahkan biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari lokasi pemukiman penduduk.
"Jika 1-3 hari berturut-turut, tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/hujan, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang. Baik yang masuk kategori puting beliung maupun yang tidak," katanya.
Pada kondisi cuaca ekstrem tersebut, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir, namun perlu tetap waspada dan mengatisipasi jika ada indikasi terjadinya fenomena cuaca, seperti hujan es, angin kencang, hingga puting beliung. (OL-3)
Balai Ternak yang berlokasi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi program Balai Ternak
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Cek jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di NTB. BMKG ungkap alasan fenomena 'Blood Moon' malam ini sangat fotogenik meski ada kendala cuaca berawan.
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved