Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM waktu singkat, Kepolisian Daerah Sumatra Utara mengungkap kasus penculikan disertai penganiayaan yang berlatar belakang bisnis Bitcoin.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, pihaknya berhasil mengungkap kasus penculikan dan penganiayaan terhadap tiga orang korban di Kota Medan.
"Penculikan dan penganiayaan ini diduga dilakukan oleh seorang pengusaha rumah makan bersama dengan enam rekannya," kata dia saat ekspose kasus, di Medan, Senin (5/11).
Baca juga: Ratusan Ribu Situs Dibobol untuk Curi Bitcoin
Pelaku yang diamankan, jelasnya, yakni berinisial MN (pengusaha rumah makan), PS, PM, RM, TPP, BHR, dan DH. Semua tersangka merupakan warga Kota Medan, kecuali DH yang tercatat sebagai warga Kota Binjai.
Kombes Andi mengungkapkan, urutan terjadinya tindak pidana ini. Penculikan berawal saat mobil yang ditumpangi Masri, Sakruddin, dan Nzulafri dicegat para pelaku di kawasan Gatot Subroto, Minggu (4/11), sekitar pukul 23.00 WIB.
Para korban kemudian dibawa ke salah satu hotel di kawasan Polonia. Sesampainya di sana, para korban dianiaya dan dibawa lagi ke hotel yang lain di kawasan Padangbulan. Di hotel ini, para korban dipisah lalu kembali dianiaya.
"Korban Masri dianiaya lagi, bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan," ujar Kombes Andi.
Setelah itu, para korban dibawa ke Jalan Sisingamangaraja.
Pihak kepolisian lalu menerima informasi adanya tindak kejahatan ini dan langsung bergerak cepat.
Baca juga: Komplotan Peretas Curi US$ 40 Juta Bitcoin Dari Binance
"Para pelaku langsung teridentifikasi dan kami lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan," sambung Kombes Andi.
Setelah dilakukan penyelidikan, dugaan sementara penculikan dilatarbelakangi bisnis Bitcoin. Tersangka MN menginvestasikan uangnya senilai Rp900 juta dalam bisnis ini.
"Otak pelaku Nasir (MN) berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan," kata Dirreskrimum.
Dari pengusutan, diketahui juga bahwa salah satu pelaku yang berinisial PS merupakan oknum anggota Polri.
Dalam penindakannya, petugas juga menyita barang bukti berupa 2 unit mobil serta 3 unit kacamata dan telepon genggam. Sedangkan para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 333 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP jo 55. (OL-1)
Pada pertengahan Maret 2026, harga Bitcoin sempat menyentuh angka US$73.000. Namun, seiring eskalasi ketegangan di Timur Tengah, harga terkoreksi ke level US$71.000-an.
Bitcoin naik 12% saat emas dan saham anjlok akibat konflik Timur Tengah Maret 2026. Simak analisis Indodax mengenai BTC sebagai aset lindung nilai terbaru.
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali memicu debat panas dengan menyebut eskalasi perang sebagai katalis utama ledakan harga Bitcoin.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved