Cegah Kecelakaan di Perlintasan, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp106 Miliar untuk Flyover Bulak Kapal

Anton Kustedja
29/4/2026 19:33
Cegah Kecelakaan di Perlintasan, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp106 Miliar untuk Flyover Bulak Kapal
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Senin (27/4/2026) malam.(Dok Pemkot Bekasi)

INSIDEN tabrakan maut kereta yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyisakan duka mendalam. Salah satu penyebab peristiwa tragis itu diduga kejadian kecelakaan sebelumnya di perlintasan kereta sebidang tanpa palang pintu.

Kejadian yang merenggut 16 nyawa tentu saja mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan pembangunan infrastruktur krusial di kawasan tersebut.

Pemerintah kini memastikan percepatan pembangunan flyover di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal yang akan berpengaruh pada perlintasan terdekatnya di Jalan Ampera, Bekasi Timur. Langkah ini diambil sebagai solusi permanen untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di masa depan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menuturkan, pihaknya telah melakukan pembebasan lahan guna pembangunan flyover yang menghubungkan Bulak Kapal-Ampera. Pembangunan rencananya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Tri mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan dengan total mencapai Rp106 miliar.

"Nah kita sudah selesaikan tuh, 2025 kita siapkan Rp50 miliar, terus 2026 sebesar Rp56 miliar. Jadi sudah kurang lebih sekitar Rp106 miliar untuk pembebasan lahan. Nah, Pak Gubernur sesuai dengan janjinya akan yang membangun," ungkap Wali Kota saat meninjau aktivitas warga di Stasiun Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Namun, lanjut dia, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru mengalokasikan anggaran Rp20 miliar dari total dana yang dibutuhkan sekitar Rp250 miliar. 

Guna menutupi kekurangan itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat meninjau Stasiun Bekasi Timur pascainsiden telah memerintahkan Wali Kota Bekasi agar mengajukan surat permohonan ke Presiden guna mempercepat pembangunan flyover.

"Tapi tadi malam arahan Pak Dasco, beliau akan menggunakan dana Banpres (Bantuan Presiden), dan kekurangannya mungkin sekitar Rp220 miliar kalau bisa dikeluarkan insya Allah dalam kurun waktu 6 bulan ke depan itu akan sudah selesai pembangunan flyover yang ada. Artinya bahwa pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat ya. Dan tentu perjalanan kereta api pun tidak akan terganggu ya, karena kemudian betul-betul perlintasan itu harus sudah memang ditutup," katanya.

Dalam keterangannya dikutip Rabu (29/4), Tri mengatakan, proyek flyover itu nantinya dirancang untuk menjadi solusi integrasi akses di dua titik krusial. 

"Jadi begini, satu titik ini akan bisa menutup dua pintu. Jadi pintu Ampera dan pintu Bulak Kapal bisa ditutup. Jadi dengan satu flyover," katanya lagi.

Selain kawasan Bulak Kapal, Pemkot Bekasi juga telah menyusun rencana strategis untuk titik lain di depan Stasiun Bekasi. Rencananya, kawasan itu akan ditata untuk meningkatkan keselamatan pengguna transportasi. 

"Nah, kita yang tahun sedang kita rencanakan adalah yang di bulan-bulan, yang ada di depan Stasiun Bekasi. Nah itu 2027 sudah kita mulai pembebasan lahannya. Kemungkinan kalau di sana skenarionya underpass, ya. Jadi 2027 kita cicil, 2028 selesai, nanti 2029 Pak Gubernur lagi yang akan bangun," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Pemkot Bekasi tengah membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk menata Kawasan Stasiun Bekasi. (AK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya