Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN hebat yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dan KRL Commuter Line tujuan Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut ini diduga kuat dipicu oleh mobil taksi listrik yang tertemper kereta di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Selasa (28/4) pagi, tragedi ini mengakibatkan 14 orang dinyatakan meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyebut insiden ini sebagai kejadian luar biasa yang dipicu oleh kondisi infrastruktur perlintasan yang tidak memadai.
"Ini kejadian yang luar biasa, di luar dugaan. Ada pemicunya, yaitu perlintasan yang tidak ada penjaganya dan tanpa palang pintu, sehingga berujung pada tabrakan beruntun," ujar Tri Adhianto pada Selasa dini hari.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, insiden bermula ketika taksi listrik milik Green SM Indonesia melintas dari arah Duren Jaya melalui Jalan Ampera menuju Jalan Ir. Juanda. Saat berada tepat di tengah rel perlintasan sebidang tanpa palang pintu, mobil merek Vinfast tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin.
"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Penjaga perlintasan (swadaya) sudah teriak menyuruh keluar. Mobil didorong-dorong tidak kuat, keburu datang kereta, akhirnya menabrak," ungkap Saman, 55, seorang warga setempat.
Benturan keras menyebabkan mobil terseret hingga 100 meter dan hancur parah. Meski sopir taksi berhasil menyelamatkan diri sebelum tabrakan pertama terjadi, insiden tersebut memicu rangkaian kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur.
Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Kota Bekasi akan mendorong percepatan pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal sebagai solusi permanen. Wali Kota menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan telah rampung, namun pihaknya masih mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
"Hari ini saya diminta membuat surat agar ada percepatan pembangunan flyover. Jika sudah terbangun, perlintasan Ampera bisa ditutup. Lalu lintas akan lebih aman dan pola perjalanan kereta tidak akan terganggu lagi," tegas Tri.
Saat ini, sopir taksi listrik tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mendalami penyebab pasti kegagalan mesin di tengah perlintasan kereta api. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved