Satpol PP DKI Jakarta Bekali Anggota Teknik Public Speaking untuk Cegah Narasi Negatif

Basuki Eka Purnama
23/4/2026 06:22
Satpol PP DKI Jakarta Bekali Anggota Teknik Public Speaking untuk Cegah Narasi Negatif
Satpol PP DKI Jakarta mengikuti pelatihan public speaking dan komunikasi efektif di Markas Komando (Mako) Satpol PP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).(MI/HO)

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas komunikasi. Sebanyak 100 personel mengikuti pelatihan public speaking dan komunikasi efektif yang digagas oleh 1Langkah di Markas Komando (Mako) Satpol PP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk membekali para petugas di lapangan agar mampu menjalin interaksi yang lebih persuasif dengan masyarakat. Selain meningkatkan efektivitas kerja, pelatihan ini menjadi strategi preventif dalam meminimalisasi potensi kasus viral bernuansa negatif yang kerap muncul saat penegakan peraturan daerah (Perda).

Menjaga Citra Institusi di Era Digital

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi adalah instrumen vital dalam menjaga citra kesatuan. Ia menyoroti tantangan di era digital, di mana narasi di media sosial sering kali berkembang liar dan menyudutkan petugas.

“Kasus-kasus yang viral namun berdampak negatif bagi Satpol PP harus dihindari, karena dapat merusak citra kesatuan yang telah dibangun,” tegas Satriadi.

Ia mencontohkan insiden di Jalan Rasuna Said, ketika seorang pedagang kaki lima membangun narasi seolah menjadi korban, padahal sebelumnya melakukan tindakan provokatif terhadap petugas.

Satriadi mengingatkan jajarannya agar tetap mengedepankan sisi humanis. “Kita ingin menegakkan Perda DKI Jakarta dengan baik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hati nurani, karena yang kita hadapi umumnya adalah warga yang sedang berjuang mencari nafkah,” imbuhnya.

Strategi Menghadapi Netizen

Dalam sesi pelatihan, jurnalis senior Andromeda Mercury memberikan panduan praktis bagi anggota Satpol PP dalam menghadapi perundungan digital atau serangan netizen. Menurutnya, kecepatan respons adalah kunci utama dalam manajemen krisis di media sosial.

“Dalam waktu kurang dari 1x24 jam harus ada klarifikasi. Jika memang ada kesalahan, segera sampaikan permintaan maaf. Jika tidak, tetap berikan klarifikasi dengan bahasa yang teduh, menenangkan, dan tidak provokatif,” jelas Andromeda. Ia juga menyarankan agar interaksi di kolom komentar dilakukan secara terukur dan tidak emosional.

Berikut adalah rincian pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut:

Aspek Pelatihan Detail Informasi
Waktu & Tempat Rabu, 22 April 2026 di Mako Satpol PP DKI Jakarta
Penyelenggara 1Langkah (Digagas oleh Atta Ul Karim)
Jumlah Peserta Sekitar 100 Anggota
Komposisi Peserta Kasatpol Kecamatan/Kelurahan, Anggota Linmas, Staf Pusat
Materi Utama Public Speaking, Manajemen Krisis Media Sosial, Komunikasi Efektif, Pembangunan Karakter

Kolaborasi untuk Perubahan

Penggagas program 1Langkah, Atta Ul Karim, mengapresiasi keterbukaan Satpol PP DKI Jakarta untuk terus berbenah. Ia meyakini bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan dinamika lapangan yang semakin kompleks.

Selain Andromeda Mercury, pelatihan ini juga menghadirkan Rudy Yesaya yang memaparkan seni komunikasi sebagai kunci memahami orang lain, serta Ahmad Ghazali yang fokus pada pembangunan mental tangguh dan keberanian berlandaskan nurani.

Sekretaris Satpol PP DKI Jakarta, Santoso, menambahkan bahwa diversitas peserta yang hadir, mulai dari pimpinan wilayah hingga staf operasional, diharapkan dapat menciptakan keseragaman standar komunikasi di seluruh lini organisasi Satpol PP DKI Jakarta. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya