Buka Program 1.000 Pramudi Tahap Kedua, Baznas (Bazis) DKI Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Rahmatul Fajri
21/4/2026 17:25
Buka Program 1.000 Pramudi Tahap Kedua, Baznas (Bazis) DKI Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2.

Program tersebut sebagai salah satu upaya strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pada sektor transportasi publik sekaligus memperluas kesempatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) DKI Jakarta Ahmad Sholih mengatakan program ini ialah hasil kolaborasi antara PT Transjakarta dan Baznas (Bazis) DKI Jakarta dengan operator transportasi publik Transjakarta.

Melalui program ini, lanjut dia, peserta akan mendapatkan pelatihan, pembinaan dan mengikuti proses seleksi sebelum berkesempatan bergabung sebagai pramudi Mikrotrans dalam ekosistem layanan transportasi publik Jakarta.

Ahmad Sholih menyampaikan program ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, proses pembekalan dilakukan secara komprehensif melalui pelatihan, pembinaan, dan seleksi yang terstandar.

“Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami menghadirkan ruang pemberdayaan lebih luas bagi masyarakat. Kami pastikan adanya proses pembekalan yang komprehensif lewat pelatihan, pembinaan, serta seleksi yang terstandar," kata dia, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dia berharap para peserta yang terpilih tidak hanya siap secara teknis dalam mengemudi, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja tinggi sebagai bagian dari layanan transportasi publik.
"Ini ialah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan operator transportasi publik jadi kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif serta membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia memaparkan program ini terbuka bagi pria dan perempuan berusia 22-45 tahun yang memiliki KTP DKI Jakarta, pendidikan minimal SMA atau sederajat, memiliki SIM A aktif atau lebih tinggi, serta pengalaman mengemudi kendaraan bertransmisi manual minimal satu tahun.

Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan hingga selesai. Pendaftaran dilakukan daring dan tidak dipungut biaya dengan batas waktu hingga 25 April 2026 lewat tautan resmi.

Ahmad Sholih menegaskan lewat program kolaborasi antara Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta diharapkan makin banyak masyarakat dapat meningkatkan kualitas diri lewat pelatihan yang diberikan, serta memperoleh akses terhadap peluang kerja yang layak dan berkelanjutan.

"Program ini juga diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem transportasi publik, serta mendukung terwujudnya layanan transportasi profesional, modern, dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat secara luas," pungkasnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya