Ini Bahaya Ikan Sapu-sapu jika Dikonsumsi 

Media Indonesia
17/4/2026 19:05
Ini Bahaya Ikan Sapu-sapu jika Dikonsumsi 
Warga mencari ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) menggunakan jala di sepanjang Sungai Ciliwung kecil, kawasan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (29/9/2022).(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.)

MASYARAKAT di Jakarta diimbau untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur Taufik Yulianto menjelaskan ikan sapu-sapu di Jakarta mengandung logam berat.

Hal itu, ujar dia, dibuktikan dari hasil uji laboratorium terhadap ikan sapu-sapu di perairan Jakarta. 

Taufak menuturkan bahaya dari mengonsumsi ikan sapu-sapu tidak selalu dirasakan secara langsung. Tetapi, dapat menimbulkan masalah kesehatan dampak dari akumulasi zat berbahaya di dalam tubuh.

"Konsumsi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara bertahap," kata Taufik di Jakarta, Jumat (17/4).

Ia berharap masyarakat dapat memahami risiko tersebut.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/4).

Selain edukasi, Pemkot juga menebar ikan lokal, seperti nila agar masyarakat memiliki alternatif sumber pangan yang lebih aman.

Taufik meyakini lewat edukasi masyarakat tidak lagi mengonsumsi ikan sapu-sapu. 

Taufik mengatakan secara teori, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan bersih berpotensi untuk dikonsumsi. Namun, untuk perairan di Jakarta berbeda.

Setelah Ditangkap Ikan Sapu-sapu Dikubur 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan ikan sapu-sapu yang telah ditangkap akan dikubur karena tidak layak konsumsi.

Menurut dia, terdapat kandungan residu di dalam ikan sapu-sapu tersebut sehingga berbahaya untuk dikonsumsi.

Pramono mengatakan menurut informasi yang ia dalami, Amerika Selatan merupakan negara asal ikan tersebut, yang ditemukan banyak berkembang biak di air-air yang kotor maupun bersih.

Amerika Selatan, sambung Pramono dapat mengolah ikan sapu-sapu menjadi tepung untuk makanan ternak atau ikan hias. Tetapi belum itu diterapkan secara masif karena kandungan logam di dalam tubuh ikan sapu-sapu cukup tinggi.

"Di negara-negara yang airnya lebih bersih pun itu sudah cukup tinggi. Di Jakarta, kita sudah menemukan rata-rata sudah di atas 0,3 dan itu berbahaya," papar Pramono. 

(Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya