Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jakarta mengapresiasi peran sekolah swasta dalam memperkaya ekosistem pendidikan di Jakarta. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan pendidikan yang inklusif dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, menilai kehadiran sekolah swasta, termasuk jaringan internasional seperti SIS, menjadi warna tersendiri dalam layanan pendidikan di Jakarta. Menurutnya, sekolah swasta memberi alternatif bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
“Ini menjadi warna bagi layanan pendidikan di DKI Jakarta, khususnya sebagai alternatif pada segmen tertentu,” ujar Sarjoko dalam perayaan peringatan 30 tahun SIS Group of Schools, Jumat (10/4).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa prinsip utama pendidikan harus tetap berpihak pada keterjangkauan dan pemerataan. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus berfokus pada penguatan layanan pendidikan dasar dan menengah yang inklusif agar akses pendidikan tetap terbuka luas bagi masyarakat secara umum.
Sebagai bentuk intervensi bagi kelompok kurang mampu, Pemprov DKI mengandalkan sejumlah program bantuan pendidikan. Melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), lebih dari 700 ribu penerima telah mendapatkan dukungan pendidikan. Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah menjangkau lebih dari 15 ribu mahasiswa.
“Ini adalah bentuk intervensi agar masyarakat dari kalangan kurang mampu tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan yang semestinya, baik di jenjang dasar, menengah, maupun tinggi,” jelasnya.
Menurut Sarjoko, keberadaan sekolah swasta dan program pemerintah bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat saling melengkapi. Sekolah swasta dapat melayani segmen tertentu dengan pendekatan dan fasilitas yang beragam, sementara pemerintah memastikan hak atas pendidikan tetap dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.
Sarjoko membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dalam pengembangan kapasitas guru, baik melalui pelatihan maupun asesmen. Menurutnya, kerja sama semacam itu dapat menjadi ruang saling belajar untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pihak.
“Kalau ada peluang kerja sama untuk meningkatkan kualitas guru, tentu ini menjadi hal yang baik. Kita bisa saling belajar dan memaksimalkan potensi yang ada,” tambahnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Founder dan Chairman SIS Group of Schools, Jaspal Sidhu. Ia menekankan bahwa pendidikan berkualitas seharusnya tidak hanya dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu, tetapi harus diperluas agar menjangkau sebanyak mungkin anak Indonesia.
“Sekolah bagus tidak boleh hanya dinikmati kelompok mampu. Harus ada cara agar kualitas pendidikan bisa diakses sebanyak mungkin masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Jaspal, yang berasal dari Singapura, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia. Pengalamannya bekerja di berbagai daerah seperti Bengkulu, Aceh, Lampung, hingga Kalimantan membuatnya memahami bahwa tantangan pendidikan di Indonesia tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah.
Ia menilai bahwa persoalan pendidikan tidak semata terletak pada infrastruktur atau teknologi, melainkan pada kualitas guru dan pola pengembangannya. Baginya, guru tetap menjadi faktor paling menentukan dalam membentuk kualitas sebuah sekolah.
“Jangan terpengaruh gedung megah. Sekolah terbaik itu ditentukan oleh guru. Kalau guru tidak punya koneksi dengan murid, tidak akan ada perubahan pola pikir yang positif,” katanya.
Di sisi lain, Jaspal menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah swasta dan sekolah negeri perlu diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar kerja sama tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau bantuan sesaat, tetapi benar-benar berfokus pada transfer pengetahuan, metode pengajaran, dan dampak yang bisa diukur.
“Kerja sama itu bukan sekadar datang, memberi bantuan, lalu pulang. Harus ada transfer pengetahuan yang berkelanjutan dan bisa diukur dampaknya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi berbasis data dalam sistem pendidikan. Menurutnya, masukan dari guru dan orang tua harus menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas sekolah. Dalam konteks yang lebih luas, ia menilai Indonesia perlu lebih banyak terpapar pada praktik-praktik terbaik pendidikan global untuk memperkuat kualitas pengajaran sekaligus membangun kepercayaan diri siswa.
Mengacu pada pengalaman Singapura yang konsisten berada di peringkat atas Programme for International Student Assessment (PISA), Jaspal menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari investasi besar pada riset dan pengembangan pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa penguasaan bahasa asing saja tidak cukup bila tidak disertai sikap dan pemahaman yang baik.
“Tidak ada gunanya fasih berbahasa Inggris kalau tidak punya sikap dan wawasan,” katanya.
Selain guru, ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Menurutnya, sekolah tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang memikul tanggung jawab pendidikan karena proses belajar juga berlangsung di rumah.
“Sekolah bukan kontraktor pendidikan. Orang tua harus terlibat aktif karena pendidikan juga terjadi di rumah,” ujarnya. (Z-10)
Namun, sampai saat ini, pihaknya belum mengungkapkan total nilai anggaran yang disiapkan untuk uji coba sekolah gratis tersebut.
Peserta yang lulus akan berperan sebagai Guru Pendidikan Khusus (GPK) dan ditempatkan untuk mendukung layanan di Unit Layanan Disabilitas (ULD) di sekolah.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan keterampilan guru untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan layanan pendidikan berkualitas bagi semua anak.
Kebutuhan terhadap lingkungan belajar yang tidak hanya mengakomodasi, tetapi juga menerima keberagaman, semakin mendesak.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi diproyeksikan mampu menampung jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved