Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng subsidi pemerintah, MinyaKita, di Pasar Tradisional Kota Depok, Jawa Barat, melonjak tajam hingga Rp20.000 per liter pada Kamis (9/4/2026), melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, menyusul kelangkaan pasokan dan permintaan tinggi pasca-Lebaran.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, HET MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
"Namun, harga di tingkat pedagang menembus angka Rp20.000 per liter yang tentunya melampaui HET Rp15.700 per liter," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cisalak, Budi Haryanto, Kamis (9/4/2026) sore.
Pantauan pada Kamis pagi menunjukkan MinyaKita di Pasar Cisalak dijual di atas HET, dan stoknya mengalami kelangkaan.
"Stok MinyaKita sulit ditemukan di pedagang tradisional karena minimnya pasokan dari distributor. Informasinya, faktor utama penyebab kenaikan adalah meningkatnya harga bahan baku kemasan plastik akibat situasi di Timur Tengah serta tingginya permintaan pasca-Lebaran," ujarnya.
Budi menyampaikan kenaikan harga tersebut telah dilaporkan ke Pemerintah Kota Depok. "Soal kenaikan ini, sudah kita laporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok untuk diteruskan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) guna ditindaklanjuti," katanya.
Ia menambahkan, Kemendag diharapkan turun tangan untuk menjaga stabilitas pasokan serta mengatasi fluktuasi harga di pasaran. "Pedagang dan pembeli berharap distribusi kembali normal agar harga kembali stabil sesuai HET Rp15.700 per liter," ujar Budi.
Budi juga meminta Kemendag menelusuri penyebab kelangkaan distribusi minyak subsidi tersebut dan menduga adanya pelanggaran distribusi dari grosir ke pengecer. "Karena itulah Kemendag perlu melakukan sidak dan pengawasan ketat serta menambah pasokan untuk menstabilkan harga," ucapnya.
Amran, 62, salah satu konsumen, mengaku resah dengan kenaikan harga MinyaKita yang dianggap terlalu tinggi. "Kami pembeli resah dengan mahalnya harga MinyaKita, minyak goreng subsidi pemerintah, yang dijual pedagang di atas HET Rp20.000 per liter."
Ia menambahkan, terpaksa beralih ke minyak goreng curah karena harga MinyaKita mahal dan langka. "Harga MinyaKita yang menembus Rp20.000 per liter membuat kami konsumen mencari alternatif yang dianggap lebih terjangkau dan jujur dalam volume, meskipun minyak curah terkadang memiliki harga fluktuatif," tandasnya. (KG/I-1)
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Kenaikan harga minyakita terjadi karena salah satunya karena tingginya minat dan permintaan masyarakat terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved