Sampah TPS 3R Pulogebang Meluber ke Jalan, Warga Keluhkan Bau dan Penyakit

Media Indonesia
09/4/2026 12:36
Sampah TPS 3R Pulogebang Meluber ke Jalan, Warga Keluhkan Bau dan Penyakit
Ilustrasi.(Freepik)

KONDISI Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Jalan Rawa Bebek, Pulogebang, Jakarta Timur, kian memprihatinkan. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan menimbulkan keresahan warga sekitar akan risiko penyebaran berbagai macam penyakit.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (9/4/2026), sampah tampak menggunung di samping gedung TPS 3R hingga berserakan di seberang jalan. Bau menyengat yang menusuk hidung membuat para pengendara motor yang melintas terpaksa menutup hidung meski sudah menggunakan masker.

Dikeluhkan Warga dan Pengendara

Jayadi, 38, salah satu warga sekitar, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kesehatan dari tumpukan sampah yang tidak terangkut tersebut. Menurutnya, kondisi ini mengundang lalat dan tikus yang menjadi vektor penyakit.

"Sampah kayak gini kan bikin kita khawatir, karena kotor, bau, bisa menimbulkan penyakit seperti DBD, diare, atau virus-virus gitu. Anak-anak atau lansia jadi rentan sakit kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan," ujar Jayadi, Kamis (9/4).

Senada dengan Jayadi, Sunaryo, 49, seorang pengendara sepeda motor, mengaku sangat terganggu setiap kali melintasi kawasan tersebut. Ia berharap petugas segera mengangkut sampah agar tidak semakin menumpuk dan mengganggu akses jalan.

"Harusnya segera ditindaklanjuti. Kalau lewat situ, saya harus tutup hidung lagi, nembus masker baunya," keluh Sunaryo.

Dampak Pembatasan di TPST Bantargebang

Masalah penumpukan sampah di TPS 3R Pulogebang disinyalir berkaitan dengan adanya pembatasan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Hal ini menyebabkan ritase truk pengangkut sampah menjadi terhambat.

"Truk juga tidak ada yang datang buat angkut, makanya sempat numpuk terus. Tidak lama diangkut, sekarang menumpuk lagi. Harus ada aksi nyata jangka panjang dari Pemprov DKI," tambah Jayadi.

Upaya Pemkot Jakarta Timur

Menanggapi persoalan sampah di wilayahnya, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, sebelumnya mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban pembuangan di TPST Bantargebang.

"Pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah serta melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga," kata Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (7/4).

Pemkot Jakarta Timur juga telah melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Kolaborasi dengan PDUP Ciracas: Menjalin kerja sama dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik.
  • Optimalisasi Satgas Bank Sampah: Mengoptimalkan peran Satgas Bank Sampah di setiap kelurahan melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026.
  • Sistem Pelaporan Daring: Mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari Bank Sampah Unit ke PDUP Ciracas melalui sistem pelaporan daring.
Catatan: Masalah sampah di Jakarta Timur memerlukan sinergi antara ketegasan pengangkutan oleh dinas terkait dan kesadaran warga dalam memilah sampah guna mencegah penumpukan di TPS tingkat lingkungan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya