Menjaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Bekasi

Anton Kustedja A
06/4/2026 20:30
Menjaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Bekasi
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Ketua Umum Jajaka Nusantara HK Damin Sada menghadiri Lebaran Bekasi ke-8 di Saung Jajaka, Kecamatan Tambun Utara, Sabtu (4/4).(Dok Pemkab Bekasi)

PELAKSANA Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan Lebaran Bekasi ke-8 di Saung Jajaka, Kampung Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, akhir pekan kemarin atau Sabtu (4/4).

Asep menyampaikan, Kabupaten Bekasi sebagai daerah multikultural dengan keberagaman masyarakat dari berbagai negara, tetap harus mempertahankan identitas budayanya.

"Bekasi ini multikultur, ada pendatang dari sekitar 48 negara dengan jumlah penduduk 3,4 juta jiwa. Tapi budaya kita tidak boleh hilang. Lebaran Bekasi ini adalah kultur yang harus dijaga dan dilestarikan," ujar Plt Bupati dalam keterangannya yang dikutip Senin (6/4).

Menurut dia, tradisi seperti 'nyorog' atau silaturahmi kepada orang tua merupakan nilai penting yang harus diwariskan secara turun temurun agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana menetapkan anggaran rutin untuk kegiatan Lebaran Bekasi agar dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

"Ke depan akan kita anggarkan secara rutin, karena ini bagian dari kebudayaan yang harus kita pertahankan agar tidak hilang," tegasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari pembenahan sistem perizinan, penataan pasar tumpah, hingga peningkatan transparansi keuangan daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun daerah.

"Saya bukan superman, tapi kita harus menjadi superteam. Semua unsur harus terlibat dalam membangun Bekasi," katanya.

Pelestarian budaya

Sementara itu, Ketua Panitia Lebaran Bekasi Damin Sada menjelaskan, kegiatan ini telah berjalan selama delapan tahun dan lahir dari keprihatinan terhadap mulai pudarnya budaya lokal.

"Ini berawal dari keprihatinan agar adat dan budaya Bekasi tidak hilang. Lebaran Bekasi menjadi ajang silaturahmi, baik antar keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas," ungkap pria yang juga Ketua Jajaka Nusantara ini.

Ia menilai, tradisi silaturahim secara langsung memiliki nilai yang tidak tergantikan di tengah perkembangan teknologi saat ini.

"Kalau budaya sampai hilang, lalu apa identitas kita sebagai orang Bekasi? Karena itu harus terus kita gaungkan agar tetap hidup," tegasnya.

Damin juga menyambut baik rencana pemerintah daerah yang akan menganggarkan kegiatan Lebaran Bekasi secara rutin. Menurutnya, dukungan itu sangat penting untuk keberlangsungan pelestarian budaya.

"Kalau dari dulu memang harapan kami ada dukungan anggaran. Yang penting kegiatan ini terus berjalan dan semakin baik ke depan," tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

"Kita harus bersatu, jangan sampai terpecah. Dengan silaturahmi seperti ini, hubungan antara masyarakat dan pemimpin bisa semakin erat," kata Damin. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya