Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait beredarnya surat permintaan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah yang mencatut nama Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Surat tersebut dilaporkan menyasar sejumlah perusahaan di kawasan Jakarta Utara.
"Lagi diselidiki karena Polres Tanjung Priok tidak pernah mengirim dokumen tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dikutip dari Antara, Kamis (5/3).
Polres Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membantah melayangkan surat permintaan bantuan THR Idul Fitri 1447 Hijriah kepada Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Foto surat itu beredar luas di sejumlah platform media sosial.
“Polres Pelabuhan Tanjung Priok tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo di Jakarta, Kamis.
Aris menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus Aptrindo untuk meluruskan masalah ini. Pihak asosiasi pun telah mengeluarkan surat klarifikasi resmi guna mencegah keresahan lebih lanjut di kalangan pengusaha.
“Untuk kejadian ini kami akan melakukan penyelidikan pihak yg mengatasnamakan Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” kata dia.
Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Ganjar Tejasasmita, juga membantah keterlibatan satuannya dalam penerbitan surat tersebut.
Sebelumnya, beredar foto surat berkop Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan nomor B/01/III/2026/Sat Lantas. Surat tertanggal 4 Maret 2026 itu berisi permohonan "Partisipasi Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026" yang ditujukan kepada Direktur/Pimpinan Perusahaan Angkutan PT KPA.
Dalam narasi surat palsu tersebut, tertulis bahwa "Keluarga Satuan Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengharapkan bantuan THR" dan diakhiri dengan ucapan terima kasih atas partisipasi perusahaan.
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved