Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI melakukan penggeledahan terhadap pengemudi mobil yang lawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Polisi mendapati ada empat pasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau TNKB berlainan. Kemudian juga ditemukan ada satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik.
HM, 24 juga menjalani tes urine. Hasilnya diketahui negatif. Pengemudi dilaporkan tak sendirian saat mengemudikan mobil, tetapi satu penumpang wanita.
"Didapati hasilnya negatif," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (27/2).
Pengemudi itu kini disangkakan Pasal 311 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Ayat 1 yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang.
"Untuk selanjutnya, kami limpahkan ke Reserse Polres Metro Jakarta Pusat," sambung Komarudin.
Kronologi Pengemudi Mobil Lawan Arah di Jakpus
Pengemudi berinisial HM, 24, berkendara secara ugal-ugalan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/2). Kendaraan yang dikemudikan yakni Toyota Calya datang dari arah Senen menuju ke arah Pasar Baru. Petugas yang sedang berpatroli kemudian melihat hal tak lazim. HM diketahui berkendara dengan kecepatan tinggi. Petugas yang curiga mengikuti kendaraan tersebut yang sempat berputar di Koarmada RI ke Jalan Gunung Sahari 4.
HM setelah itu masuk ke ruas Jalan Gunung Sahari 5 yang hanya satu arah ke arah Bungur. Ia berkendara lawan ketika masuk ke arah jalan Budi Utomo. Polisi juga mengungkapkan TNBK yang digunakan tak sesuai ketentuan. (Ant/H-4)
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved