Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria paruh baya merusak plang dan pagar sebuah rumah yang berada di Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (30/1). Aksi pria itu ketika melakukan perusakan yang diduga dipicu masalah kepemilikan atas tanah terekam oleh sebuah video dan viral di media sosial. Pria itu telah dilaporkan pemilik rumah.
Setelah kejadian, tiga pilar kecamatan kemudian memasang plang 'Status Quo' menandakan rumah tak berpemilikan yang kemudian diprotes pemilik rumah. Sebab, pemilik rumah diketahui telah melaporkan kejadian ini.
Kuasa Hukum pemilik rumah, Irfan Fadly Lubis mempertanyakan pemasangan itu. Ia melihat bila saat ini laporan pihaknya dengan nomor: LP/B/14/I/2025/SEKTOR TAMBORA/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA dengan dugaan pasal 406 KUHP masih berproses.
"Ini Laporan Kepolisian masih berjalan, dan lokasi pengerusakan sudah dirapikan oleh Tiga Pilar. Mediasi yang telah kami sepakati juga tidak menggugurkan tindak pidana pengerusakan yang dilakukan C. Itu sama saja merusak barang bukti apa yang telah dirusak C pada hari Kamis (30/1) lalu," kata Irfan Fadly Lubis, Selasa (4/2).
Ia tak sependapat mengenai status quo yang terpasang dilingkungan itu. Sebab selain menimbulkan polemik, bangunan itu merupakan milik kliennya.
"Yang kami laporkan soal Pengerusakan yang dilakukan C, namun aparat setempat justru mengeluarkan status quo yang bukan ranah mereka. Status quo tersebut justru akan menghalangi kami untuk proses pembaharuan sertifikat," terangnya.
Dia meminta lembaga terkait turun tangan untuk menindaklanjutinya.
Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami menjelaskan pihaknya memasang status quo karena kedua pemilik saling klaim kepemilikan. Terlebih hingga kini belum ada putusan dari pengadilan.
“Makanya sambil menunggu proses berjalan dan menunggu laporan dan putusan, tanahnya kami ‘Status Quo’ kan,” katanya.
Meski demikian upaya untuk menyelesaikan pihaknya bersengkata telah dilakukan melalui mediasi. Bahkan bentuk komitmen penyelesaian, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan yang dituangkan dalam perjanjian resmi.
“Kami mengimbau agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan jalur yang baik, tanpa tindakan yang merugikan," ujarnya. (P-5)
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Video viral pria gendong diduga mayat di Tambora ternyata biawak 1,7 meter. Simak penjelasan Polsek Tambora dan alasan pria tersebut jalan kaki.
Setelah polisi melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Berikut fakta dan kronologi video viral pria yang diduga gendong mayat di Tambora yang ternyata biawak
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jakarta Barat, tepatnya di Puskesmas Kecamatan Taman Sari
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKB Arfan Zulkan Sipayung mengungkapkan bahwa ibu dan anak tersebut dibunuh oleh seseorang.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan menjelaskan, kejadian penjambretan tersebut terjad pada pukul 15.40 WIB.
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengecam keras aksi kekerasan oknum polisi NYPD terhadap seorang pria di Brooklyn.
Ia mengaku telah melihat video yang viral terkait akan hal itu dan memastikan telah menjatuhkan sanksi ASN yang bersangkutan.
Aksi nyawer pengusaha di Pamekasan saat konser Valen Akbar viral di media sosial. Tradisi hiburan ini menuai pujian sekaligus kritik dari warganet.
Video pria joget di dapur MBG viral. BGN beri teguran keras dan bekukan SPPG karena tak sesuai standar dan tanpa APD.
LPDP akan memanggil AP, suami dari DS terkait video viral paspor Inggris anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved