Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCEMARAN limbah yang berbau dan berbusa lagi-lagi terjadi di Kali Bekasi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (28/3). Akibatnya dilakukan penghentian pengolahan air baku Kali Bekasi oleh Perumda Tirta Patriot sehingga terjadi gangguan distribusi air bersih kepada 40 ribu pelanggan di wilayah Bekasi Barat dan Utara.
"Kami setop pengolahan air baku Kali Bekasi karena terjadi lagi pencemaran limbah pada pukul 08.00 WIB. Akibat ini akan berdampak terhadap 40 ribu pelanggan di Bekasi Barat dan Utara," kata Humas Perumda Tirta Patriot Rizky Sabilah kepada Media Indonesia, Senin (28/3).
Ia menjelaskan, guna meminimalisir dampak terhadap pelanggan, pihaknya masih melakukan pengolahan air dalam skala kecil sebanyak 150 kubik untuk mencukupi stok reservoar.
"Iya memang kami setop tetapi masih ada dilakukan pengolahan kecil untuk distribusi air bersih bagi pelanggan," jelasnya.
Rizky menegaskan dengan terus berulangnya kejadian pencemaran limbah yang berbau dan berbusa di Kali Bekasi maka pihaknya meminta peran aktif dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan tindakan penertiban. Pasalnya Kali Bekasi yang memiliki 2 hulu sungai, yaitu Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi merupakan sumber air baku untuk pengolahan air bersih bagi warga Kota Bekasi.
"Pencemaran limbah ini sudah terjadi semenjak dari hulu Kali Bekasi. Karena itu kami mohon peran aktif dari pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk segera mengambil tindakan untuk masalah ini," tukasnya.
Baca juga: Hampir 70% Sumber Air Minum Indonesia Terkontaminasi Limbah Tinja
Ia mengungkapkan, sejauh ini Perumda Tirta telah berupaya semaksimal mungkin agar dapat meminimalisir gangguan yang terjadi akibat dugaan pencemaran limbah tersebut.
"Untuk kondisi saat ini pengolahan air bersih kami stop sampai benar-benar air baku kami bisa diolah kembali dan pendistribusian ke pelanggan belum bisa maksimal sementara waktu karena hanya menggunakan air yang ada di reservoar kami," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya menyarankan kepada pelanggan Perumda Tirta Patriot untuk segera menampung air dan mengatur pemaikain air bersih.
"Kami sampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanannya dalam kondisi saat ini," pungkasnya.(OL-5)
LONJAKAN penumpang terjadi secara signifikan di titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti, Kawasan Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak pagi hingga siang hari.
kecelakaan kereta KRL dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin malam (27/4). Salah satu korban meninggal dunia merupakan guru SDN Pulogebang 11, ibu Nurlaela
Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas insiden abrakan antara KRL Bekasi dengan KA Argo Bromo Anggrek.
KERETA rel listrik (KRL) jurusan Bekasi-Jakarta Kota mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di area stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Sinar Mas Land Expo 2026 hadir di Bekasi dengan promo besar: diskon hingga Rp100 juta, KPR mulai 1%, dan benefit hingga 35%. Cek detailnya di sini.
Warga mengisi wadah dengan air bersih dari sumber mata air di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Efektivitas layanan air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur pipa, tetapi juga pada manajemen penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama bagi warga yang belum memiliki sarana penampungan air.
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved