Perjalanan KRL Terganggu dari Cikarang, Penumpang Serbu Bus Trans Wibawamukti

Anton Kustedja A
28/4/2026 22:45
Perjalanan KRL Terganggu dari Cikarang, Penumpang Serbu Bus Trans Wibawamukti
Caption foto: Antrean panjang penumpang bus Trans Wibawamukti di Kawasan Stasiun Cikarang, Selasa (28/4), imbas dari kecelakaan KRL Commuter Line malam sebelumnya.(DOK.PEMKABBEKASI)

LONJAKAN penumpang terjadi secara signifikan di titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti, Kawasan Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak pagi hingga siang hari. 

Antrean panjang terlihat mengular, bahkan hingga keluar area halte, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih moda transportasi.

Kondisi ini dipicu oleh ditiadakannya sementara jadwal perjalanan KRL Commuter Line di Stasiun Cikarang. Gangguan operasional itu merupakan dampak dari kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden itu menyebabkan terganggunya layanan Commuter Line di lintasan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan penumpang yang cukup tinggi, dengan sebagian besar merupakan pekerja dan pelajar yang hendak beraktivitas seperti biasa. Banyak di antara mereka yang mengaku terpaksa mencari alternatif transportasi agar tetap dapat mencapai tujuan tepat waktu.

Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Firman Arief Sembada membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang yang cukup drastis di titik pemberhentian Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang.

"Pantauan situasi terkini dari titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang menunjukkan adanya antrean panjang dan kepadatan penumpang yang terjadi dari pagi hingga siang ini. Fenomena ini terjadi akibat ditiadakannya jadwal perjalanan KRL di Stasiun Cikarang, sehingga banyak masyarakat yang memilih beralih dari moda KRL atau Commuter Line ke moda transportasi bus Trans Wibawamukti," ujar Firman dalam keterangannya yang dikutip Selasa.

Ia menambahkan, kondisi ini merupakan imbas langsung dari tabrakan maut yang terjadi semalam di Stasiun Bekasi Timur. Dampak itu tidak hanya dirasakan pada sisi operasional kereta, tetapi juga berimbas pada meningkatnya beban layanan transportasi darat lainnya.

"Semua ini adalah dampak dari kecelakaan kereta yang terjadi semalam. Kami melihat adanya pergeseran pengguna moda transportasi secara mendadak, sehingga terjadi lonjakan penumpang pada layanan bus," tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Dishub Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis, khususnya di area dengan potensi kepadatan tinggi seperti Stasiun Cikarang. Koordinasi juga dilakukan dengan operator Trans Wibawamukti untuk memastikan layanan tetap berjalan dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan dalam menggunakan transportasi umum. Kami juga terus berupaya agar pelayanan tetap optimal di tengah kondisi yang terjadi saat ini," tegasnya.

Di sisi lain, sejumlah penumpang berharap agar layanan KRL dapat segera kembali normal, mengingat moda tersebut masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya dalam beraktivitas sehari-hari. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya