Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI 9 Maret 2022 kemarin layanan KRL Commuterline beroperasi dengan pembatasan kapasitas pengguna sebesar 60%, sesuai dengan aturan terbaru dari pemerintah. Meski pun ada perubahan aturan kapasitas, volume pengguna KRL masih stabil.
Pada 9 Maret kemarin, volume pengguna tercatat 479.644 pengguna atau hanya berbeda 1% dibanding hari sebelumnya (8/3) yang tercatat 472.837 orang. Sementara pagi ini jumlah pengguna hingga pukul 09.00 WIB adalah 164.639, tidak jauh berbeda dibanding jumlah pengguna pada hari kemarin di waktu yang sama yaitu 163.868.
"Dengan kapasitas pengguna yang masih dibatasi sejumlah 60%, KAI Commuter mengajak pengguna untuk tetap taat protokol kesehatan. Tetap jaga jarak saat duduk di kursi KRL maupun saat berdiri. Ikuti marka yang ada agar kereta tidak terisi melebihi kapasitas pengguna yang diizinkan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan resmi, Kamis (10/3).
Sebagai upaya menjaga jarak di tengah penambahan kapasitas pengguna yang duduk maupun berdiri, KAI Commuter membuat marka-marka peringatan di kereta dan stasiun. Pengumuman melalui suara dan edukasi dari petugas di kereta juga tetap berjalan agar kita semua saling mengingatkan untuk kesehatan dan keselamatan bersama.
Untuk menjaga kapasitas tidak melebihi jumlah yang diizinkan, KAI Commuter juga tetap melakukan antrean penyekatan di stasiun terutama saat puncak jumlah pengguna di jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Agar terhindar dari potensi kepadatan dan antrean di stasiun maupun kereta, pengguna dapat mengikuti informasi kepadatan di stasiun secara real time melakui aplikasi KRL Access. Melalui aplikasi ini, pengguna juga dapat memantau posisi real time KRL yang akan dinaiki dan informasi jadwal lengkap perjalanan KRL.
KAI Commuter selalu menjaga kebersihan dan sanitasi KRL dengan melakukan cuci kereta dan penyemprotan disinfektan rutin setiap kereta usai beroperasi. Kegiatan ini berlangsung setiap hari. Selama perjalanan, petugas juga aktif menjaga kebersihan kereta dengan mengepel lantai dan membersihkan bagian-bagian yang sering disentuh pengguna dengan cairan pembersih dan disinfektan.
"Kami juga menghimbau Rekan Commuters selalu gunakan masker dengan benar, pakai masker ganda atau masker dengan filtrasi maksimal untuk melindungi diri dan sesama pengguna. Serta, selalu patuhi marka-marka yang ada di KRL maupun stasiun. Jika kereta telah terisi sesuai marka, gunakan jadwal perjalanan kereta selanjutnya. Mari bertransportasi dengan tetap memperhatian prokes dan menjaga kesehatan bersama," papar Anne. (OL-12)
Hingga Selasa (28/04), korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Netty menekankan pentingnya layanan pendampingan psikologis bagi para korban selamat serta keluarga korban.
Puan menilai, tabrakan ini merupakan alarm keras bahwa kompleksitas jalur kereta di wilayah metropolitan sudah sangat tinggi.
Hingga saat ini, data sementara mencatat 14 korban meninggal dunia serta 79 korban luka-luka yang masih dalam penanganan di berbagai rumah sakit.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved