Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, sebagian wilayah DKI Jakarta bakal diguyur hujan, Minggu (28/12) hari ini.
Dalam rilisnya, BMKG memprediksi hujan disertai petir akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Timur, pada siang dan sore hari nanti. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi.
"Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, pada siang dan sore hari," tulis BMKG dalam laman resminya.
Menurut prakiraan BMKG , pada siang hari hujan dengan intensitas ringan terjadi di Jakarta Pusat, Barat dan Jakarta Utara. Sedangkan Kepulauan Seribu cuaca berawan
Sementara, pada malam hari diprakirakan, seluruh wilayah di Jakarta diprakirakan akan berawan.
Pada dini hari, diprakirakan seluruh wilayah Ibu Kota akan berawan. Kecuali Kepulauan Seribu, akan terjadi hujan ringan.
Selanjutnya, suhu udara yang terjadi di Jakarta hari ini diprakirakan berkisar antara 25-33 derajat celsius dengan kelembapan udara antara 70-90 persen. (OL-12)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved