Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH titik rawan banjir di wilayah Jakarta Selatan tergenang imbas hujan deras yang mengguyur pada Minggu (7/11) siang. Sampai kini Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan masih berupaya mengurangi genangan tersebut.
“Ini rata genangan menimpa Seskoal, Gandaria City, Kemang dan di IKPN (Bintaro). Kami posisi di Kemang,” ujar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab, saat dikonfirmasi di lokasi pada Minggu (7/11).
Baca juga: Wagub DKI Minta Aksi Reuni 212 Dipikirkan Kembali
Mustajab menambahkan, pihaknya berupaya menyedot air dengan pompa-pompa mobile dan stasioner. Ada dua pompa stasioner dengan kapasitas penyedotan sekitar 1.000 liter per detik.
“Pompa mobile kapasitasnya 250 liter per detik,” lanjutnya.
Mustajab menambahkan, ketinggian genangan di Jl Raya Kemang berkisar 40 sentimeter. Pengendara masih bisa melintasi ruas jalan itu.
“Jadi selain siaga pompa juga pembersihan tali-tali air agar genangan di jalan segera mengalir ke drainase dan dari drainase kami pompa ke kali,” ungkap Mustajab. (OL-6)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved