Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca sebagian wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan hari ini. Warga diminta waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.
"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari," tulis peringatan dini BMKG di laman resminya, Senin (12/4).
Adapun prakiraan cuaca untuk siang hari nanti, hujan sedang di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, berawan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara serta cerah berawan di Kepulauan Seribu.
Baca juga: BMKG: Jabodetabek akan Diguyur Hujan Siang-Sore
Lalu pada malam hari, berawan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara serta cerah berawan di Kepulauan Seribu.
Kemudian pada dini hari, hujan ringan di Kepulauan Seribu, cerah berawan di Jakarta Barat Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Sedangkan untuk suhu udara hari ini di Jakarta antara 23 - 32 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 65 - 100%.(OL-5)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved