Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN menetapkan MFA atau koboi jalanan yang mengacungkan pistol kepada warga di Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagai tersangka.
Hal itu diugkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. MFA ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan gelar perkara terkait kepemilikan senjata pistol berjenis airsoft gun milik MFA.
Diketahui, MFA memiliki senjata airsoft gun tanpa izin. Atas perbuatannya, MFA dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
"Gelar perkara sudah kita lakukan pagi tadi. Hasilnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Yusri dalam keterangan resmi, Sabtu (3/4).
Baca juga: Polisi Tangkap Pengendara Mobil Acungkan Pistol di Duren Sawit
Yusri menyebut polisi akan menahan MFA setelah ditetapkan sebagai tersangka. "Penyidik sedang mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap yang bersangkutan," imbuhnya.
Diketahui, polisi menangkap MFA, pengendara mobil Fortuner yang mengacungkan pistol kepada warga di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat (2/4) dini hari. Polisi langsung bergerak cepat dan mengamankan MFA di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Janji Bongkar Asal Pistol Pengemudi Fortuner
Yusri menyebut pihaknya melacak alamat MFA melalui plat nomor mobil B 1673. Lalu, diketahui pengendara mobil itu beralamat di wilayah Senayan, Jakarta Selatan. Saat polisi mendatangi kediamannya, sang sopir tidak berada di tempat.
"Saat sampai di kediaman, sang sopir tidak ditemukan, tapi melalui orang tuanya kita ketahui posisinya. Kita amankan di salah satu parkiran mal," jelas Yusri, Jumat (2/4) kemarin.
Kejadian itu berawal saat MFA melintas di Duren Sawit. MFA lalu menyenggol motor yang dikendarai seorang perempuan di lampu merah Jalan Baladewa. Sempat terjadi cekcok, MFA naik pitam dan mengacungkan senjata api kepada warga sekitar, yang menolong pengendara sepeda motor.(OL-11)
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved