Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya masif mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah Jakarta. Barang bukti yang disita dalam jumlah sangat besar.
"Ini menunjukkan bahwa Jakarta dan sekitarnya merupakan sasaran untuk peredaran narkoba yang dilakukan para sindikat narkoba," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/11).
Nana menyebut ratusan kilogram (kg) narkoba disita dalam pengungkapan kasus beberapa waktu lalu. Namun, Nana tidak menyebut detail jenis narkoba yang disita.
"Barang bukti itu seberat 228 kg, 446 kg, dan yang terakhir 800 kg," ujar jenderal bintang dua itu.
Baca juga: Gelar Operasi Nila Jaya 2020, Polda Metro Ungkap 275 Kasus Narkoba
Nana memandang pengedaran narkoba di DKI Jakarta cukup besar. Dia beranggapan peredaran narkoba itu tidak akan berhenti, karena menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
"Tapi, kami tetap berkomitmen Jakarta harus zero narkoba, Jakarta harus bebas dari narkoba," tegas Nana.
Nana mengatakan pihaknya rutin menggelar Operasi Nila Jaya setiap tahun sebagai upaya pemberantasan narkoba.
Pada Operasi Nila Jaya 2020, selama 14 hari, polisi menangkap 330 tersangka, yang terdiri dari delapan bandar, 285 pengedar, dan 37 pemakai.
Kemudian, polisi menyita sejumlah barang bukti dari 330 tersangka yang ditangkap. Yakni, 190 kg sabu, 265 kg ganja, 9.300 butir ekstasi, 8,16 kg tembakau gorila, 572 butir happy five, 18,51 gram bubuk ekstasi dan 193 butir obat baya.
Menurut dia, narkoba itu musuh besar bangsa. Narkoba bisa menjadi ancaman serius, seperti tindak pidana terorisme dan korupsi.
"Masalah narkoba menjadi masalah global yang tergolong extraordinary crime," kata Nana. (OL-1)
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved