Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA dari 11 warga negara Nigeria terindikasi mengeroyok anggota polisi pada Sabtu (26/6).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, hal itu didapatkan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan mencocokkan bukti rekaman dari beberapa kamera pengawas (CCTV).
"Sudah dilakukan penyelidikan. Terindikasi dari 11 itu ada tiga (melakukan pengeroyokan) yang memang berdasarkan hasil penyelidikan, disesuaikan dengan ada beberapa CCTV yang ada," ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/7).
Baca juga: Keroyok Polisi, 11 WN Nigeria Ditangkap
Namun, Yusri mengatakan pihaknya masih menitipkan ke 11 WN Nigeria tersebut ke Rumah Detensi Imigrasi. Hal itu dilakukan karena kesebelasnya tersangkut masalah izin tinggal di Indonesia.
"Sudah kita amankan warga negara asing asal Nigeria. Memang ada sedikit insiden pengeroyokan terhadap petugas pada saat itu. Ke-11 warga Nigeria tersebut kita titipkan ke Detensi Imigrasi," kata Yusri.
Baca juga: Dikira Razia Imigrasi, 5 Polisi Jadi Sasaran Pengeroyokan 60 WNA
Laporan polisi terhadap kasus yang terjadi di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat tersebut juga sudah dibuat. Sampai saat ini, Yusri menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus itu.
"Apakah kemungkinan masih ada (pelaku) yang lain. Ini yang masih terus didalami oleh penyidik Krimum Polda Metro Jaya, karena memang kita persangkakan di sini pasal penganiayaah yang dilakukan oleh para pelaku," tandasnya.
Pada Sabtu (27/6), 5 personel Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terluka akibat dikeroyok sejumlah WN Nigeria di Apartemen Green Park View. (X-15)
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Polisi jadwalkan pemeriksaan sopir taksi online dan masinis terkait kecelakaan KRL-Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang. Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab insiden.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Menurut Eva, langkah Polisi seharusnya bisa lebih tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved