Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi langkah organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang membuat sistem layanan antar pangan gratis bertajuk 'Jakarta Care Line'.
Layanan berbasis digital ini bertujuan untuk menyediakan makanan bagi warga yang kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok, terutama beras.
"Saya menyampaikan apreasiasi bahwa ACT langsung bertindak cepat, langsung tanggap menciptakan sistem di mana mereka yang berpunya memberikan kepada mereka yang kekurangan, mereka yang berlebih memberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sistem ini merupakan pendekatan menarik karena bukan melalui negara melainkan langsung masyarakat," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peluncuran Jakarta Careline di Menara 165, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5).
Baca juga: 523 Kendaraan Nyaris Mudik dari Tangerang
Anies menjelaskan upaya seperti ini diperlukan untuk mendukung program Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat secara berkala. Sebab semakin banyak masyarakat di Jakarta yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi virus korona atau covid-19.
"Mereka tiga bulan lalu yang tidak pernah tercatat dalam statistik manapun sebagai berpenghasilan rendah, namun saat ini bahkan di antara mereka tak berpenghasilan. Situasi inilah yang sebenarnya membutuhkan dukungan," tambahnya.
Baca juga: Dalam 3 Jam, Polisi Tangkap 15 Travel Gelap Bawa 113 Pemudik
Ia juga mengajak seluruh warga DKI Jakarta untuk memanfaatkan sistem Jakarta Care Line dengan mengakses layanan tersebut agar kebutuhan pangan sehari-hari terpenuhi.
"Karena itu izinkan saya pada kesempatan ini, saya ingin mengundang kepada seluruh masyarakat Jakarta. Jakarta telah memberikan begitu banyak kepada kita semua. Kini saatnya kita memberikan kembali pada Jakarta. Saatnya kita mengembalikan sebagian yang kita dapat karena kita berada di kota ini, sebagian membutuhkan amat luar biasa," terang Anies.
Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menuturkan, program Jakarta Careline ini tercetus setelah kebijakan PSBB berlaku di Jakarta. Kemudian menyusul program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta, membuat ACT berkontribusi yaitu melalui Jakarta Care Line, yang juga melayani wilayah Jabodetabek.
"Dampak covid bukan hanya kesehatan, tapi juga sosial ekonomi. Terlebih bagi Jakarta yang harus ambil beban lebih besar, kami hadir di Jakarta dan melakukan yang terbaik, Target kami 10 ribu penerima manfaat tiap harinya akan kita layani. Jika ini berjalan sukses, dapat dinaikkan dalam skala nasional," pungkasnya. (X-15)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved