Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERMINAL bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di Jakarta yakni di Terminal Pulogebang (Jakarta Timur) dan Terminal Tanjung Priok (Jakarta Utara) terpantau lengang pascapemberlakuan larangan mudik dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) pada Jumat (24/4).
Kepala Terminal Bus AKAP Pulo Gebang Bernard Pasaribu menyebutkan, terminal itu sudah tidak melayani bus AKAP.
"Kondisi terminal sudah sepi, karena mulai dini hari tadi kita tidak melayani atau tidak memperbolehkan bus AKAP beroperasi. Saat ini yang beraktivitas di terminal hanya angkutan kota seperti angkot dan Transjakarta," ujar Bernard di Jakarta, Jumat (24/4) siang.
Baca juga: Anies Hapuskan Denda Semua Jenis Pajak Daerah Selama PSBB
\Dia menjelaskan, pada saat sebelum masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) biasanya sebanyak 2.000-3.000 penumpang memadati Terminal Pulogebang. Bahkan pada saat arus mudik hari raya Idulfitri atau Lebaran jumlah penumpang bisa mencapai di atas 6.000 orang.
"Sejak ada PSBB langsung angka penumpang berkisar di 400-500 penumpang. Tapi memang setelah dua hari pascapengumuman larangan mudik dari pemerintah jumlah penumpang meningkat yakni Rabu (22/4) sekitar 846 penumpang dan Kamis (23/4) melonjak menjadi 1.996 penumpang dengan rute paling banyak ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Bernard.
Baca juga: DPRD: Tidak Ada Guna Stok Pangan Cukup tapi Harga Mahal
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Mulya, mengatakan, kondisi terminal sudah tutup khususnya untuk area bagian yang biasanya menjadi area parkir dan keberangkatan bus AKAP.
"Sudah tutup, puncaknya kemarin sore banyak warga yang pulang ke kampung halamannya. Untuk hari ini terpantau sepi hanya angkutan lokal saja seperti KWK, APB, Mikrolet, Metro Mini, dan Transjakarta yang beroperasi dari jam 6 pagi sampai 6 sore dengan tetap harus mematuhi peraturan PSBB," kata Mulya.(X-15)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved