Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap tujuh pembacok empat orang dalam satu malam di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Mereka yakni F, NL, dan AH.
"Empat lainnya tidak bisa disebutkan karena anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (22/2).
Yusri mengatakan, komplotan ini merupakan komplotan spesialis jambret telepon seluler (ponsel). Sedianya, komplotan ini terdiri dari 10 orang, namun tiga lainnya masih diburu. "Ada tiga buron, inisial A, F dan D," kata Yusri.
Baca juga: Kepala SMAN 12 Bekasi Pemukul Siswa Diberi Sanksi
Menurut Yusri, 10 orang itu merupakan geng motor Akram di daerah Bekasi. Sebelum menjambret ponsel korban, mereka berkumpul di dekat pom bensin dan membagi celurit. "Ada empat motor untuk 10 orang itu. Jadi, ada bonceng dua, ada bonceng tiga. Sistemnya mereka jalan dibagi dua. Sasaran anak-anak yang saat malam hari memegang ponsel. Datang minta ponsel. Kalau enggak dikasih langsung dibacok," beber Yusri.
Baca juga: Polda Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi
Dalam satu malam beraksi, lanjut Yusri, mereka menyasar empat korban di empat tempat kejadian perkara (TKP). Namun, empat TKP itu berada di Jati Kramat Raya, Bekasi, Jawa Barat. "Satu kelurahan tapi beda titik saja. Ada di depan klinik, ada di depan tukang nasi goreng, di dekat warung kopi dan di dekat Setu Babakan," rinci Yusri.
Baca juga: 429 Kilogram Ganja Siap Edar Disita di Babelan
Yusri menyebut, dalam aksi kriminal itu para tersangka membagi peran masing-masing. Tersangka F dan NL selaku eksekutor, sementara tersangka AH sebagai joki. "AF dan NL menjambret hp korban di empat TKP dalam satu malam. Dari empat tempat kejadian perkara, semua korban dibacok," tutur Yusri.
Kemudian, dua dari tersangka di bawah umur juga selaku eksekutor. Dua lainnya sebagai joki. "Rata-rata usia pelaku di bawah umur ini 15 tahun," sebut Yusri.
Lalu, tersangka buron yakni A merupakan otak dari kejahatan tersebut. Dia yang memimpin kejahatan dan memfasilitasi celurit kepada tersangka lainnya. Tersangka lainnya, F dan D juga selaku eksekutor. "Hasil uang curian ponsel dijadikan untuk foya-foya. Sementara mereka semua merupakan anak-anak putus sekolah," ujar Yusri.
Saat diamankan, disita barang bukti sejumlah ponsel, beberapa celurit, dan empat sepeda motor yang digunakan saat beraksi. Korban mengalami luka bacok di pundak, leher dan tangan. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara ketujuh pelaku telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara. "Sementara anak di bawah umur sistemnya peradilan anak," pungkas Yusri. (X-15)
LONJAKAN penumpang terjadi secara signifikan di titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti, Kawasan Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak pagi hingga siang hari.
kecelakaan kereta KRL dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin malam (27/4). Salah satu korban meninggal dunia merupakan guru SDN Pulogebang 11, ibu Nurlaela
Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas insiden abrakan antara KRL Bekasi dengan KA Argo Bromo Anggrek.
KERETA rel listrik (KRL) jurusan Bekasi-Jakarta Kota mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di area stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Sinar Mas Land Expo 2026 hadir di Bekasi dengan promo besar: diskon hingga Rp100 juta, KPR mulai 1%, dan benefit hingga 35%. Cek detailnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved